Pesisir Sampah Pantai Kuala Kota Singkawang

Pesisir Sampah Pantai Kuala Kota Singkawang

  Selasa, 26 July 2016 09:16   769

Oleh: Nurul Hanipa

Sampah merupakan hal yang tidak bisa di tolerir lagi kebaradaannya, karena sampah sudah menjadi bagian dari sisa kehidupan sehari-hari di kehidupan manusia, sulit sekali untuk meminimalisir keberadaan sampah ini, karena kesulitan ini paling tidak kita dapat tetap menjaga kebersihan lingkungan salah satunya dengan cara membuang sampah pada tempatnya. Lebih baik jika sampah yang ada ini dikelola atau didaur ulang kembali, seperti sampah yang organik dibuat menjadi pupuk, sedangkan yang anorganik dibuat menjadi barang baru yang dapat dimanfaatkan. hal ini sudah jelas dapat meminimlisir keberadaan sampah yang banyak berserakan di tempat-tempat umum seperti di pasar, pinggir kota, sungai, selokan, dll. 

Yang terjadi di Kota Singkawang ini adalah sampah yang banyak berserakan di sepanjang pesisir pantai, tepat nya di pantai kuala. Pantai kuala juga dijadikan sebagai tempat penanaman hutan magrove yang mana fungsi dari pada pantai mangrove ini adalah untuk mencegah abrasi dan erosi pada pantai. Dengan adanya hutan mangrove menjadi nilai tambah dari pantai ini satu di antaranya yaitu menjaga ekosistem yang ada di laut. Namun keberadaan sampah di pesisir pantai akan banyak berdampak buruk bagi kesehatan laut, apalagi sampah-sampah yang berserakan tersebut dominan pada sampah plastik yang pastinya tidak bisa diuraikan oleh alam, ini jelas dapat mengganggu ekosistem laut, merusak pemandangan, dan yang pasti sampah yang sudah menumpuk akan menjadi sumber penyakit.

Keadaan ini menjadi bukti bahwa masyarakat sekitar belum sadar akan kebersihan lingkungan khususnya di pantai kuala ini, apalagi pantai kuala adalah satu di antara tempat mata pencaharian yang terbesar oleh penduduk setempat. Namun penduduk setempat malah kurang menjaga kebersihan panatai dan itu justru akan berakibat buruk untuk ikan-ikan yang ada di laut tersebut.

Saatnya yang muda yang bergerak, peranan pemuda kota Singkawang saat sangat diperlukan. Pemuda yang dianggap menjadi agen perubahan harus sadar dan peka akan hal-hal kecil yang ada di kotanya, dan menyadarkan masyarakat lainnya bahwa menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan sangatlah penting. (*)