Pesan Ibu Wonder Woman di Trailer Kedua

Pesan Ibu Wonder Woman di Trailer Kedua

  Sabtu, 5 November 2016 09:30

Berita Terkait

LOS ANGELES – Teaser kedua salah satu film paling dinanti tahun depan, Wonder Woman, dirilis Warner Bros. kemarin (4/11). Sejumlah adegan yang dimunculkan semakin menjelaskan siapa sosok superhero perempuan dari jagat DC Comics itu. Yang paling mencolok adalah adegan Wonder Woman, yang gagah perkasa, harus mengenakan gaun. 
Steve Trevor (Chris Pine) membawa Wonder Woman aka Diana Prince (Gal Gadot) dari tempat asalnya, Themyscira, ke London. Di sana, Prince harus mengganti pakaian mini kesatria Amazon dengan gaun panjang lebar. ”Bagaimana perempuan bisa bertarung dengan busana ini?” ujarnya tak nyaman.
Ibu Prince, Ratu Hypolita (Connie Nielsen), kembali dihadirkan. Dengan mahkota dan armor lengkap, Hypolita sama tangguhnya dengan Prince. ”Berhati-hatilah, Diana,” ujar Hypolita sebelum melepas Prince ke luar Themyscira.
Adegan penyelamatan Trevor pun dijelaskan. Pada trailer pertama yang dirilis Agustus lalu, Trevor ditunjukkan terdampar di pantai Themyscira setelah ditolong Prince. Pada bagian awal trailer kedua, Prince terjun ke laut untuk menyelamatkan Trevor yang jatuh dari pesawatnya. Dengan berani, Prince menyelam dan menarik Trevor ke pantai. 
Mengambil latar masa perang dunia pertama (1914–1918), setelah mendengar cerita dari Trevor yang seorang pilot perang, Prince memang memutuskan ikut dalam pertempuran. ”Saya selalu ingin menyelamatkan dunia,” ujar Prince yang dalam beberapa adegan digambarkan begitu lihai bertarung. 
Senjata Prince pun semakin ditunjukkan. Salah seorang rekan Amazon Prince tertembak peluru. Prince pun mengetahui bahwa peluru ternyata bisa mengancam nyawanya. Maka, Hypolita memberinya gelang dan perisai antipeluru. Prince menggunakan gelang dan perisai itu untuk bertarung atau melindungi Trevor. 
Pada detik ke-57, tampak seorang perempuan dengan masker menyerupai wajah yang terbelah. Sang perempuan berada di tempat pembuatan gas beracun yang rencananya digunakan untuk senjata perang. Perempuan tersebut adalah Doctor Poison, musuh bebuyutan Wonder Woman. 
Isu feminisme dan kesetaraan gender menjadi poin penting dalam film yang rilis Juni tahun depan itu. Pada masa perang dunia, peran perempuan di medan pertempuran belum signifikan. Dengan adanya Wonder Woman, publik diharapkan bisa aware pada isu kesetaraan gender. Terlebih, Wonder Woman baru saja diangkat sebagai duta kehormatan PBB untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan pada 21 Oktober lalu. 
Film arahan Patty Jenkins tersebut berperan sebagai prekuel bagi Wonder Woman sebelum bergabung dengan Justice League. Wonder Woman kali pertama muncul dalam Batman v Superman: Dawn of Justice (BVS) Maret lalu. Lantas, sebagai sekuel, Justice League dirilis pada November 2017. (len/c7/ayi)

 

Berita Terkait