Perusahaan Kayu Lapis Berbasis Wawasan Lingkungan

Perusahaan Kayu Lapis Berbasis Wawasan Lingkungan

  Senin, 23 November 2015 15:44
BERSAMA: Rombongan Bea Cukai bersama manajemen PT Erna Djuliawati dalam agenda Customs Visit Cutomer.ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Dalam rangka mewujudkan misi Direktorat Jendral Bea dan Cukai di dalam memberikan fasilitas industry dalam negeri, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabeanan B Pontianak melakukan sosialisasi bertema “customs visit Cutomer” ke perusahaan PT. Erna Djuliawati di Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat. ARIEF NUGROHO, Pontianak
 

Hari itu, 17 November 2015, matahari terasa sangat menyengat, kami bersama rombongan pejabat Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Barat, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai  Pontianak, Kanwil Pajak Kalimantan Barat, KPP Pontianak, dan KPP Sangau berangkat menggunakan bus menuju PT. Erna Djuliawati yang terletak di Dusun Kayu Tuni, Desa Sungai Muntik, Kabupaten Sanggau.

Perjalanan ditempuh sekitar enam jam. Maklum kondisi jalan di sepanjang jalan di Kabupaten itu mengalami kerusakan yang cukup parah. Di beberapa titik sedang ada pelebaran jalan, sehingga membuat perjalanan kami agak sedikit terlambat dari jadwal sebelumnya.

Setelah hampir kurang enam jam perjalanan, rombongan pun tiba di sebuah dermaga. Rombong pun dijemput dengan Speadboat. Dengan kapal motor berkecepatan tinggi itu, kami pun tiba di PT. Erna Djuliawati dengan menempuh waktu sekitar 45 menit. Rombonga pun disambut dengan antusias oleh pihak manajeman.

PT. Erna Djuliawati merupakan salah satu perusahaan yang mendapat fasilitas sebagai kawasan Berikat yang memproduksi kayu lapis dengan tujuan atau oriantasi eksport ke beberapa Negara di antaranya, Jepang, Hongkong, India, Malaysia dan beberapa Negara lainnya.

Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1971 ini merupakan perusahaan padat karya dengan memperkerjakan tenaga kerja lebih kurang 5.500 karyawan, yang masih tetap bertahan hingga kini ditengah gejolak perekonomian dunia yang tidak menentu.

Mengawali kegiatan “Customs Visit Cutomer” ini, Kepala Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Barat yang diwakili Kepala Bidang Kepabeanan Aminuddin mengatakan, PT Erna Djuliawati merupakan salah satu penyumbang devisa impor dan ekspor terbesar di Kalimantan Barat. “Untuk itu, Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Barat selalu mendorong agar setiap KPPBC di bawah Kawil DJBC Kalimantan Bagian Barat senantiasa meningkatkan pelayanannya kepada pengguna jasa dan menjalin komunikasi yang baik dengan stakeholder terkait,” katanya dalam sambutannya.

Hal senada diungkapkan, Kepala Kantor KPPBC TMP B Pontianak, Nur Rusydi. Ia menjelaskan, sesuai keputusan Dirjen Bea dan Cukai No. Kep-105/BC/2014, Dirjen Bea dan Cukai mempunyai misi yaitu memfasilitasi perdagangan dan industry, melindungi perbatasan dan masyarakarat Indonesia dari penyelundupan dan perdagangan barang illegal serta mengoptimalkan penerimaan Negara di sector kepabeanan dan cukai.

Menurut Nur Rusydi, pada pokoknya Bea dan Cukai mempunyai peranan sebagai trade facilitator, industrial assistance, community protecktor dan revenue collector. “Salah satu fasilitas yang diberikan kepada perusahaan saat ini adalah fasilitas kawasan berikat (KB), dimana pengusaha diberikan penangguhan pembayaran Bea Masuk dan tidak dipungut PDRI (Pajak Dalam Rangka Impor) terhadap importasi barang atau bahan untuk diolah di kawasan berikat dan impor barang modal serta peralatan pabrik terkait,” kata Nur Rusydi.

Berdasarkan data, tahun 2015 ini (Oktober), PT. Erna Djuliawati memberikan kontribusi Devisa Impor sebesar USD 5.404.533 dan untuk ekspor kontribusi Devisi Ekspor sebesar USD 71.759.286 dengan tonase ekspor sebesar 70.027.383 Kg.

Dalam mendorong industri dalam negeri, lanjut Nur, peran bea dan cukai sangat penting. Di antaranya dengan memberikan fasilitas keringanan atau penangguhan Bea masuk atas Impor barang dan modal atau bahan baku industry yang berorientasi ekspor, memberikan fasilitas kemudahan pelayanan ekspor dan memberikan fasilitas lainnya yang diperlukan para pengusaha.

Secara terpisah, Head Office PT. Erna Djuliawati, Indra Sumarta mengatakan, PT. Erna Djuliawati bergerak dibidang kayu lapis sejak tahun 1981, dengan jenis produk antara lain plywood, block board, floor base, marine plywood dan lain-lainnya.

Menurutnya, sebagian besar produk PT. Erna Djuliawati dieskpor ke beberapa negara, diantaranya Jepang, RRT, Korea, Malaysia, Hongkog, India, Singapura dan Italia.

Sejak beroperasi PT. Erna Djuliawati Plymill telah berhasil memperoleh berbagai penghargaan seperti sertifikat pengelolaan hutan produksi lestari (PHPL), Verifikasi legalitas Kayu (SVLK), Proder Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup, Chain of Custody.

Menurut Indra, fasilitas bea dan cukai yang diberikan kepada perusahaannya sangat menguntungkan. dimana perusahaan diberikan penangguhan pembayaran Bea masuk atas Impor barang dan modal atau bahan baku industri yang berorientasi ekspor.

Keesokan harinya, rombongan pun diberi kesempatan untuk menyaksikan langsung bagaimana proses produksi kayu lapis milik PT. Erna Djuliawati. Mulai dari pengupasan gelondongan kayu hingga pengepakan (packing) dan siap ekspor. (**)     

Berita Terkait