Perusahaan Bantah Ada Kantor Polisi Bersama

Perusahaan Bantah Ada Kantor Polisi Bersama

  Sabtu, 14 July 2018 10:00
PLAKAT: Plakat kantor polisi bersama yang menjadi viral beberapa hari ini di media sosial. PAGE FACEBOOK ERWINSYAH

Berita Terkait

KETAPANG – Menanggapi isu Kantor Polisi Bersama yang tengah heboh diperbincangkan masyarakat, pihak perusahaan PT Ketapang Ecology And Agriculture Forestry Industrial Park, angkat bicara. Perusahaan yang merupakan Group PT BSM itu membantah adanya Kantor Polisi Bersama di kawasan perusahaan.

Pengurus Kantor PT Ketapang Ecology And Agriculture Forestry Industrial Park, Hermawan Santoso, mengatakan apa yang berkembang di tengah masyarakat terkait Kantor Polisi Bersama itu tidak benar. "Saya bisa pastikan 100 persen kalau tidak ada Kantor Polisi Bersama," katanya saat dihubungi awak media, kemarin (13/7).
Hermawan menjelaskan, kedatangan Kepolisian Kota Suzhou merupakan kunjungan ke perusahaan. Hal ini dilakukan karena perusahaan PT Ketapang Ecology merupakan investasi dari Kota Souzho, Tiongkok. Dia juga menegaskan, kunjungan tersebut hanya survei oleh Kepolisian Kota Suzhou terkait sejauh mana proses pembangunan yang sudah dilaksanakan.
Sementara terkait prasasti, menurutnya, itu hanya sebatas contoh untuk rencana kerja sama antara Kepolisian Indonesia dengan Kepolisian Tiongkok. "Pihak kepolisian ada niat untuk menjalin kerjasama. Jadi semua baru niat dan plakat hanya contoh saja. Belum ada MoU atau perjanjian apapun," ujarnya.
Selain tidak ada Kantor Polisi Bersama, dia juga menegaskan tidak ada pihak polisi bekerja di perusahaan itu. Pekerja Tongkok di perusahaan itu, menurut dia, hanya sebagai hanya staf ahli atau direktur yang memiliki izin lengkap untuk bekerja. Bahkan, dipastikan dia bahwa mereka belum beroperasional, karena masih dalam tahap pembangunan pabrik. "Perusahaan bergerak di bidang kawasan industri atau taman industri," tambahnya.
Dia berharap tidak ada isu-isu miring terkait persoalan ini, apalagi kedatangan Kepolisian Kota Souzho hanya sebatas kunjungan kerja saja. "Mereka melengkapi dokumen keimigrasian, visa kunjungan. Setelah kegiatan selesai mereka langsung pulang, tidak ada yang menetap," pungkasnya. (afi)

Berita Terkait