Pertegas Jangan lagi Ada Pungli

Pertegas Jangan lagi Ada Pungli

  Kamis, 21 March 2019 09:59
TANDA TANGAN: Bupati Kayong Utara Citra Duani dan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kalbar Agus Priyadi melakukan penandatanganan komitmen kepatuhan Pemkab terhadap UU Nomor 25/2009 tentang Pelayanan Publik di Istana Rakyat, Rabu (20/3). (kanan) Bupati menyerahkan draf yang telah ditandatangani kepada Kepala Ombudsman. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kalbar Agus Priyadi berpesan agar jangan sampai ada pihak atau siapa pun yang melakukan pungutan liar (pungli), termasuk di Kabupen Kayong Utara. Hal tersebut ditegaskan Agus usai menyampaikan Sosialisasi Penilaian Kepatuhan dan Penandatanganan Komitmen Kepatuhan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara terhadap Undang-Undang Nomor 25  Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik di Istana Rakyat, Rabu (20/3).

Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan dia mampu memberikan pemahaman kepada para Organisai Perangkat Daerah (OPD) di Kayong Utara, mengingat pentingnya pelayanan terhadap publik.

Sementara Bupati Kayong Utara Citra Duani mengatakan, keberhasilan dalam melakukan pembangunan suatu daerah terdapat pada pelayanan publiknya. Sebeb, menurut dia, pelayanan bublik tersebut menyangkut sikap mental perilaku dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Untuk itu, semua OPD harus satu persepsi. Bahkan ada OPD yang tidak satu persepsi. Padahal, unsur pelayanan itu agar dapat melakukan koordinasi. Karena dalam hal ini perlu dicermati dan dilakukan secara maksimal. Baik dalam memberikan informasi maupun koordinasi itulah disebut dengan pelayanan,” pesan Bupati di hadapan para kepala OPD, dengan disaksikan Wakil Bupati Effendi Ahmad dan Sekretaris Daerah Hilaria Yusnani.

Bupati mengatakan,  dalam menyampaikan pelayanan, jika tidak mampu dalam melakukan koordinasi dan menyampaikan informasi, maka masyarakat dapat menilai. Dalam hal ini, Bupati tidak menampik jika OPD di Kayong Utara saat ini belum bisa memberikan pelayanan sepenuhnya. Namun dirinya menilai OPD yang ada sudah berusaha semaksimal mungkin dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Mengingat dengan kesibukan dan rutinitas yang ada,” kata dia.

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menyampaikan jika kediaman dinasnya, Istana Rakyat, selalu membuka pintu bagi masyarakat bila ada keperluan mendadak. Pasalnya, ditegaskan dia bahwa hal tersebut merupakan bagian dari pelayanan. “Yang datang ke rumah ingin bertemu cukup banyak. Dalam hal ini melakukan pelyanan publik. Karena apa? kita ini dipilih oleh rakyat. Jadi sudah sewajarnya saya Bupati dan Wakil Bupati juga dapat memberikan pelayanan tersebut, walau di rumah dinas,” ungkapnya.

Bupati berharap kepada seluruh OPD atau instansi yang ada di Kabupaten Kayong Utara dapat memberikan pelayanan publik sebaik mugkin kepada masyarakat. “Saya berharap kepada OPD maupun istansi yang ada dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” harapnya. (dan)

Berita Terkait