Personel Polda Selamatkan Satu Keluarga

Personel Polda Selamatkan Satu Keluarga

  Selasa, 16 April 2019 10:22
HIBUR KORBAN : Anggota dari Polda Kalbar menghibur seorang anak yang berhasil diselamatkan dari peristiwa kapal tenggalam di Perairan Kubu, Minggu (14/4). AHMAD SOFI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Insiden Kapal Tenggelam di Perairan Kubu

KUBU RAYA - Kapal cepat (speed boat) yang ditumpangi satu keluarga tenggelam di Perairan Kubu, Minggu (14/4) pagi. Empat penumpangnya berhasil diselamatkan oleh personel Polda Kalbar yang kebetulan melintasi lokasi kecelakaan. Saat itu para personel Polda Kalbar sedang dalam perjalanan menuju ke Ketapang (diperbantukan untuk pengamanan TPS). 

Bripda Ignasia Malau, salah satu anggota Polda Kalbar yang ikut dalam proses penyelamatan menyebutkan, jumlah korban empat orang yang terdiri dari pasangan suami istri dan dua anaknya. "Mereka semuanya berhasil diselamatkan dalam keadaan kedinginan," katanya, kemarin (15/4).

Anggota Direktorat Samapta Polda Kalbar ini mengaku tidak tahu pasti penyebab kapal korban tenggelam. Namun, pada saat itu kondisi arus sungai sangat deras dan gelombang pun cukup tinggi. "Posisinya tidak jauh dari muara," jelasnya.

Ignasia mengungkapkan, sebanyak 150 anggota Polda Kalbar hendak melakukan pengamanan TPS di Ketapang. Para personel ini berangkat menggunakan beberapa kapal cepat dari Pelabuhan Rasau Jaya menuju ke Pelabuhan Teluk Batang. Mereka berangkat sekitar pukul 08.00 WIB.

Sekitar dua jam perjalanan dari Pelabuhan Rasau Jaya atau sekitar 10.00 WIB, mereka menemukan barang berceceran yang hanyut di sekitar Perairan Kubu. "Awalnya kami pikir itu adalah barang Kaporlap (perlengkapan perorangan lapangan) anggota BKO (bantuan kendali operasi) yang jatuh ke perairan," ungkap Ignasia. 

Namun, tidak jauh dari lokasi itu, terlihat anggota polisi yang menumpangi kapal cepat lain sibuk mengevakuasi seorang lelaki dalam keadaan lemas. Ternyata, lelaki tersebut adalah korban kapal tenggelam dan masih ada korban lain yang belum diselamatkan. 

"Kami kemudian diminta untuk mengevakuasi ibu beserta dua anaknya (korban lain). Lalu kami memutar arah untuk mencari ibu dan dua anaknya itu," terangnya. Setelah menyusuri sungai, kapal cepat yang ditumpangi Ignasia berhasil menemukan ibu dan dua anaknya yang sedang berpegangan pada tali tambang milik kapal tongkang di tepi sungai. 

"Banyak yang histeris, teriak-teriak ada anak kecil masih hanyut di dekat tongkang. Lalu nakhoda kami putar balik untuk mencari ibu dan anak kecil itu. Syukur, kita temukan mereka bertiga selamat," paparnya.

Para korban langsung dievakuasi dan saat itu kondisi mereka sudah kedinginan. "Saya sempat bertanya kepada anak itu, namanya Ana. Saya bilang, kamu hebat banget bisa bertahan, kita tos dulu. Kamu hebat, besok jadi polisi ya. Dia cuma ngangguk saja. Terus kami pakaikan jaket kepada anak itu," ujar Ignasia.

Setelah semuanya dinyatakan selamat, seluruh anggota keluarga ini dipindahkan ke sebuah kapal tongkang untuk kemudian menunggu evakuasi dari darat. Seluruh anggota Polda Kalbar yang hendak ke Ketapang pun kembali melanjutkan perjalanan ke Pelabunan Teluk Batang. "Kami tidak sempat bertanya banyak kepada korban karena kondisinya lemas. Kami juga harus melanjutkan perjalanan ke Ketapang," pungkasnya. (afi)

Berita Terkait