Perputaran Uang Miliaran Rupiah

Perputaran Uang Miliaran Rupiah

  Minggu, 5 Agustus 2018 08:24
STAN PAMERAN: Salah satu stan yang meramaikan perhelatan Pesparawi Nasional XII di Rumah Radakng diserbu pengunjung. RAMSES TOBING/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Pameran di Rumah Radakng ditutup, Kamis (2/8) sore. Perputaran uang selama berjalannya pameran ternyata cukup besar. Dan ini memberikan keuntungan bagi peserta pameran.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalimantan Barat Muhammad Ridwan pun mengakuinya. “Hitung saja, untuk pameran perputaran uang satu hari sebesar Rp175 juta. Belum lagi untuk kuliner bisa mencapai Rp50 – Rp70 juta. Kalikan saja selama lima hari pelaksanaan,” kata Ridwan saat diwawancarai di lokasi pameran, Kamis (2/8) sore.

Sekedar informasi, ada 30 stan dari 34 provinsi yang ikut dalam pameran Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XII. Kemudian ada 12 stan kabupaten/kota se-Kalimantan Barat. Lalu 15 stan dari organisasi perangkat daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Lalu 26 pelaku UKM Kota Pontianak dan 56 stan kuliner.

Ridwan menilai besarnya perputaran itu sebagai gambaran respons luar biasa dari masyarakat terhadap pameran yang digelar. “Produk-produk dari luar juga habis terjual. Misalnya Papua, produk-produk yang mereka jual diborong. Lalu kuliner juga, yang habis diborong pembeli. Ini kan respons yang luar biasa dari masyarakat,” kata Ridwan.

Menurut Ridwan, pelaku usaha baik kuliner maupun bukan, benar-benar merasakan keuntungan, tidak hanya dari perputaran uang. Justru yang diharapkan, kata Ridwan, ada kerja sama antarperdagangan dari setiap provinsi. “Jadi ada negosiasi yang lebih besar lagi. Pelaku UKM saling tukar produk. Dari luar Kalbar masuk dan Kalbar keluar. Saling memasarkan, tidak hanya produk tapi juga bahan baku,” harap Ridwan.

Ketua Harian Pesparawi Nasional XII Jakius Sinyor mengapresiasi rangkaian kegiatan berjalan lancar. Tidak hanya pada perlombaan, apresiasi juga diberikan dia pada penyelenggaraan pameran yang diikuti dari berbagai daerah serta provinsi di Indonesia. “Semua pertandingan dan rangkaian kegiatan lain telah selesai. Rangkaian dari awal sampai akhir berjalan dengan lancar,” kata Jakius.

Jakius menilai stan pameran itu sebagai promosi dan informasi produk unggulan daerah. Oleh karena itu, pameran yang dibuka ini diyakini dia sebagai daya tarik pengunjung dari dalam dan luar Kalbar. “Ini menjadi kesempatan untuk menumbuhkembangkan usaha Kalbar dan peningkatan kesejahteraan pelaku UKM. Keberhasilan pelaksanaannya sebagai hal yang menggembirakan pameran eksis sekaligus menjaga kepercayaan pelaku usaha bahwa pameran untuk mengembangkan pasar bisnis,” kata Jakius.

Jakius terus mendorong pelaku usaha agar selalu kreatif menghasilkan produk yang bermutu. Sebab, produk yang dihasilkan dipastikan dia akan menjadi pilar perekonomian nasional. Dan ia juga mendorong masyarakat mencintai dan menggunakan produk Indonesia karena dari sisi kualitas tidak kalah dengan luar negeri.

Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan Barat itu mengakui antusiasme masyarakat benar-benar luar biasa. “Kalbar menjadi tuan rumah yang baik, dan respon masyarakat yang datang juga baik,” kata Jakius. 

Kendati demikian Panitia akan melakukan evaluasi untuk memperbaiki hal-hal apa saja yang dianggap kurang. “Kami akan perbaiki kekurangan yang ada dan terima kasih kepada Pemprov yang telah melibatkan peserta kabupaten/kota, pelaku UKM dan kuliner berpartisipasi dalam pameran selama 28 Juli-2 Agustus 2018,” pungkas Jakius. (mse)

 

 

Berita Terkait