Permudah Perizinan Berusaha

Permudah Perizinan Berusaha

  Selasa, 31 July 2018 10:00
PPBTE: Kepala DPMPTS Kubu Raya, Lugito (kanan) dan Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus (kiri) saat menghadiri sosialiasasi PP Nomor 24 tahun 2018 tentang PPBTE. Humas Pemkab

Berita Terkait

SUNGAI RAYA – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kubu Raya melakukan sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi secara elektronik (PPBTE), salah satu tujuannya menyamakan persepsi dalam mengatasi masalah yang berkaitan dengan perizinan berusaha.  “Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi atau Online Single Submission (OSS) adalah upaya pemerintah dalam menyederhanakan perizinan berusaha dan menciptakan model pelayanan perizinan terintegrasi yang cepat, murah, dan memberikan kepastian,” kata Kepala Dinas PMPTSP Kubu Raya, Lugito usai menghadiri sosialiasasi PP Nomor 24 tahun 2018 tentang PPBTE di Ruang Rapat Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (30/7). 

Logito menilai, OSS merupakan sistem yang mengintegrasikan seluruh pelayanan perizinan berusaha yang menjadi kewenangan mulai menteri/pimpinan lembaga, gubernur, atau bupati/wali kota yang dilakukan secara elektronik. “Dengan Sistem OSS, pelaku usaha akan mendapatkan Nomor Induk Berusaha atau NIB setelah melakukan pendaftaran dan mengisi data. NIB juga digunakan oleh pelaku usaha untuk mendapatkan izin usaha dan izin komersial atau operasional termasuk untuk pemenuhan persyaratan izin usaha dan izin komersial atau operasional secara terintegrasi,” paparnya. 

Wakil Bupati Kubu Raya Hermanus mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi OSS. Ia menyebut OSS sebagai langkah inovatif dalam upaya meningkatkan pelayanan izin berusaha. Menurut Hermanus, dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara elektronik (PPBTE), mau tidak mau pemerintah daerah wajib untuk segera memulai proses pelayanan perizinan berusaha tersebut.

“Meski banyak hambatan dan keterbatasan, kami tetap harus memulainya dengan niat dan tekad untuk bisa menerapkan sistem ini. Inti pelayanan ini adalah semua data perizinan dan pemenuhan pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik. Kita berharap Kubu Raya dapat segera menyelesaikan hal-hal yang memang menjadi persyaratan,” kata Hermanus.

Hermanus melihat OSS merupakan terobosan yang sangat baik dalam meningkatkan kualitas layanan perizinan. Sejauh ini kata dia, kerap ditemui pelayanan perizinan berlangsung rumit dan sulit di lapangan. Masih ditemukan kultur yang cenderung mempersulit mereka yang ingin mengurus perizinan berusaha.

“Kadang maish saya lihat pengurusan-pengurusan yang sebenarnya satu hari bisa selesai tapi malah sampai berbulan-bulan. Dan itu pun memerlukan biaya yang sangat besar. Maka mudah-mudahan dengan birokrasi lebih simple seperti ini tidak ada lagi yang bisa neko-neko. Semua perizinan betul-betul dapat dijalankan tepat waktu,” harapnya.

Hermanus menegaskan, harapan untuk meningkatkan investasi di daerah harus diiringi dengan penyederhanaan birokrasi. Karena itu, dirinya berharap sosialisasi dapat memberikan pemahaman kepada semua pihak untuk dapat segera memulai melakukan upaya-upaya penyederhanaan. Begitu juga semangat untuk meningkatkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. 

“Dan inilah yang disebut pelayanan prima. Jika ini bisa diimplementasikan di Kabupaten Kubu Raya, banyak sekali hasil yang akan diperoleh. Peningkatan pelayanan perizinan akan berdampak pada investasi. Kalau berjalan dengan baik, maka akan terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (ash) 

Berita Terkait