Permasalahan Kota jadi Perhatian Serius

Permasalahan Kota jadi Perhatian Serius

  Kamis, 2 June 2016 09:30
BERBENAH: Kota Putussibau yang saat ini telah menginjak usia 121 tahun kini perlahan-lahan mulai berbenah. WWW.TATUNET.DDO.JP

Berita Terkait

Rabu, 1 Juni 2016, warga Kapuas Hulu, khususnya Kota Putussibau, merayakan hari jadi Kota Putussibau ke-121.Untuk memeriahkannya, berbagai kegiatan digelar oleh pemerintah daerah, mulai dari panggung hiburan rakyat hingga kegiatan seremonial lainnya. Di hari jadi ini, tentu banyak harapan dari masyarakat yang ditujukan kepada pemerintah daerah kabupaten ini.

MUSTA’AN, Putussibau 

ATAS berbagai harapan masyarakat Kapuas Hulu pada masa kepemimpinannya, Bupati Kapuas Hulu AM Nasir mengaku, di momentum hari jadi Kota Putussibau ke-121 pada 1 Juni 2016 ini, pemerintah daerah terus melakukan inovasi untuk membuat tata kelola kota yang lebih baik. Karena, menurutnya, Putussibau menjadi barometer Kabupaten Kapuas Hulu. Karenanya, dia telah berusaha lakukan berbagai upaya.

Dengan terpilihnya ia bersama Antonius L Ain Pamero sebagai Wakil Bupati Kapuas Hulu, ia berjanji akan mewujudkan semua visi dan misi pembangunan yang telah disusun untuk lima tahun ke depan. “Ada skala prioritas, seperti persoalan yang dihadapi masyarakat, yakni mengenai drainase, sampah dan IMB (izin mendirikan bangunan),” ucapnya di ruang kerjanya, Rabu (1/6).

Bupati Kapuas Hulu dua periode ini mengungkapkan jika persoalan tersebut sering dipandang sebelah mata. Namun, persoalan yang dipandang sebelah mata tersebut, menurut dia, sangat berdampak terhadap permukiman dan keindahan kota ini. “Hal-hal seperti  itu kadang kita anggap sepele, sehingga sampai sekarang belum tersentuh,” jelasnya. 

Ia mencontohkan, terkait penertiban IMB dan persoalan kota lainnya. “Kadang lupa dengan hal seperti itu,” kata Nasir.

Untuk mewujudkan Kota Putussibau layaknya kota/kabupaten konservasi, Politisi PPP ini berjanji akan segera merealisasikan pembangunan Taman Kota Putussibau. Hanya saja, diakui dia, masih terbentur lokasi yang strategis. Dia berkeinginan membuat taman kota di lokasi yang strategis, supaya mudah dijangkau. Jika lokasi tidak strategis, dikhawatirkan dia, tentu akan jadi masalah. “Anggarannya ada, cuma masalah lokasi,” ulasnya.

Selain masalah penataan kota, drainase dan sampah, Nasir juga melihat pentingnya ketersediaan pasar tradisional yang representatif di wilayah perkotaan. Dia sendiri sudah diusulkan hal tersebut ke pusat dan sudah direspons. “Untuk pembangunan pasar tradisional tentu kembali lagi ke persoalan lokasi dan anggaran. Karena membangun pasar tentu membutuhkan dana yang besar,” ungkap dia.

Disinggung mengenai target pencapaian Adipura, adik kandung Abang Tambul Husin, Bupati Kapuas Hulu periode 2000 – 2010 ini, menegaskan, mengenai perlunya keterlibatan banyak komponen untuk meraih penghargaan tersebut. Dengan dibentuk tim dan perencanaan yang matang, serta melibatkan seluruh stakeholders untuk membenahi tatakota yang baik, dia yakin mereka akan bisa memperoleh Adipura nanti. 

Dia menegaskan mengenai perlunya perencanaan oleh tim yang matang untuk meraih Adipura. Karena untuk bisa mendapatkan Adipura ini, memang, diakui dia, kabupaten/kota harus didukung banyak faktor. Salah satunya, disebutkan dia, adalah kebersihan dan kerapian kota. Selain itu juga, menurut dia, perlu didukung kelompok masyarakat. Di samping itu, dia menegaskan agar semua organisasi kompak dalam membenahi persoalan yang ada, sehingga memiliki pandangan yang sama.(aan)

Berita Terkait