Perlu Inovasi, Kelola Zakat Berbasis IT

Perlu Inovasi, Kelola Zakat Berbasis IT

  Jumat, 26 April 2019 10:37
SOSIALISASI: Sekda, Drs. H Ismail, MM saat membuka kegiatan sinergi dakwah WAHYU JARTHAKUSUMA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINERGI DAKWAH

DALAM upayanya meningkatkan pungutan zakat di masyarakat, Baznas Kabupaten Mempawah menggelar kegiatan sinergi dakwah yang bertajuk Launching Gerakan Sadar Zakat dan Pelatihan Pemulasaran Jenazah. Kegiatan yang dipusatkan di Gedung UPLKB Jungkat itu dibuka Sekretaris Daerah (Sekda), Drs. H Ismail, MM, Kamis (25/4) pagi.

“Zakat merupakan salah satu program nasional yang ditujukan untuk mendorong percepatan pengentasan kemiskinan di masyarakat. Karenanya, Pemerintah Kabupaten Mempawah berkomitmen dan mendukung kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan program zakat,” kata Ismail.

Salah satu wujud komitmen tersebut, ungkap Ismail, Pemerintah Kabupaten Mempawah telah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 17/2017 tentang mekanisme pengelolaan zakat infaq, sedekah, harta dan lainnya.

“Perbup ini menindaklanjuti UU Nomor 23/2011 tentang pengelolaan zakat. Karenanya, pengelolaan dan meningkatkan pungutan zakat menjadi komitmen Pemerintah Kabupaten Mempawah,” tegasnya.

Melalui regulasi aturan tersebut, Ismail berharap memberikan kemudahan dan mendukung kienrja Baznas dalam mengumpulkan perolehan zakat, infaq dan sedekah di masyarakat. Terutama dilingkungan ASN dan SKPD Pemerintah Kabupaten Mempawah.

“Maka kita minta agar Baznas lebih optimal dalam mensosialisasikan aturan ini kepada seluruh jajaran OPD, instansi vertikal, Camat, BUMD/BUMN serta potensi zakat lainnya yang ada di Kabupaten Mempawah. Sehingga Kabupaten Mempawah akan menjadi daerah sadar zakat mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa,” harapnya.

Lebih dari itu, Ismail pun meminta agar Baznas dapat memanfaatkan momentum di masyarakat. Misalnya, saat ini akan memasuki bulan ramadan. Maka, antusias umat Islam untuk mengeluarkan zakat, infaq dan sedekah akan lebih besar dibandingkan hari biasanya.

“Kita harus ambil momentum ramadan ini sebagai bulan sadar zakat di Kabupaten Mempawah. Kita harus memacu masyarakat agar berlomba-lomba mengeluarkan zakat dan disalurkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya,” tutur Ismail.

Masih dalam kesempatan itu, Ismail pun menghendaki agar Baznas terus berinovasi dalam pengelolaan zakat. Sudah saatnya, pengelolaan zakat dilakukan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang semakin canggih dan berkembang. Agar, dapat memberikan kemudahan dan pelayanan yang optimal kepada potensi zakat.

“Sudah saatnya pengelolaan zakat dilakukan dengan berbasis IT. Sehingga memudahkan para muzakki untuk membayar zakat, konsultasi zakat dan myampaikann  pengaduan atau saran dan masukan berkaitan dengan pelayanan zakat,” ujarnya.

“Karena, keberhasilan dalam pengelolaan zakat sangat ditentukan dari komitmen bersama seluruh umat Islam. Jangan sampai, kita justru takut tidak bayar pajak tetapi tidak takut jika tidak membayar zakat. Mari kita gerakkan program sadar zakat ini diseluruh lapisan masyarakat Kabupaten Mempawah,” serunya mengakhiri. (wah)

Berita Terkait