Perkuat Sistem Informasi Perpajakan

Perkuat Sistem Informasi Perpajakan

  Minggu, 15 July 2018 08:24
HARI PAJAK: KPP Pratama Pontianak menggelar upacara dalam rangka Memperingati Hari Pajak, kemarin (14/7) di halaman KPP Pratama Pontianak. SITI SULBIAH/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Peringatan Hari Pajak di Pontianak

PONTIANAK – Menjawab kebutuhan zaman, Direktorat Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) terus memperkuat efektivitas dan efisiensi di dalam layanan perpajakan. Untuk itulah integrasi sistem informasi dan data perpajakan perlu untuk dilakukan. 

“Pembaruan sistem administrasi perpajakan yang sedang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak yang telah menjadi bagian penting dalam menghadapi tantagan ke depan. Integrasi sistem informasi dan data perpajakan diharapkan mampu menciptakan sistem administrasi perpajakan yang lebih efektif dan efisien serta memiliki fleksibilitas tinggi,” ungkap Kepala KPP Pratama Pontianak, Nurbaeti Munawaroh, dalam upacara Peringatan Hari Pajak di halaman Kantor KPP Pratama Pontianak, Sabtu (14/7).

Dengan adanya dukungan data dan informasi itu, ditambah dengan kehadiran infrastruktur yang memadai, Nurbaeti berharap Dirjen Pajak, khususnya KPP Pratama Pontianak, dapat memberikan pelayanan maksimal terhadap wajib pajak, sehingga dapat memenuhi target pajak. Terlebih saat ini, diakui dia, perubahan dunia berlangsung begitu cepat dan kompetitif, sehingga pertukaran data secara global melalui internet telah menajdi tren.

“Dikarenakan tantangan eksternal dari perubahan dunia berlangsung begitu cepat dan kompetitif, ditambah berkembangnya revolusi Industri 4.0, dimana otomasi dan pertukaran data secara global melalui internet telah menajdi tren, menuntut kita harus tanggap dan sigap dalam menghadapinya,” paparnya.

Kemajuan teknologi saat ini, ungkap dia, telah didukung dengan hadirnya UU Nomor 9 Tahun 2017 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2017 tentang Akses Informasi Keuangan untuk Kepentingan Perpajakan menjadi UU Dirjen Pajak mendapatkan kewenangan untuk dapat mengakses informasi keuangan, sehingga dapat memperkuat basis data perpajakan untuk memenuhi kebutuhan penerimaan pajak. “Data dan informasi ini harus kita manfaatkan sebanik-baiknya dan dengan penuh tanggung jawab,” katanya.

Terlebih, lanjut dia, pajak telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan perjuangan dan sejarah bangsa ini. Sehingga peringatan Hari Pajak yang mengusung tema Wujudkan Indoneisa Sadar Pajak, diharapkannya dijadikan momentum untuk menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat, untuk turut berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui pembayaran pajak. 

“Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi bagi pegawai Direktorat Jenderal Pajak, serta menguatkan jati diri organisasi Dirjen  pajak. Terpenting adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat atas pentingnya pajak dalampembangunan,” jelasnya. 

Apalagi saat ini, menurutnya, berbagai kebijakan di bidang perpajakan tidak lagi memberatkan pada wajib pajak. Dimisalkan dia seperti kebijakan yang baru-baru ini dikeluarkan oleh pemerintah, yaitu dengan menurunkan pajak UMKM dari satu persen menjadi 0,5 persen. Kebijakan ini diharapkan dia akan mampu mendorong peran serta masyarakat dalam negeri dalam kegiatan ekonomi formal.

“Mari  kita bina pelaku UMKM ini karena lebih kurang 50 persen dari Produk Domestik Bruto kita bersumber dari sektor ini. Sebab penerimaan pajak harus ditopang oleh semua sektor,” pungkasnya. (sti)

Berita Terkait