Perkuat Digital Banking, Mandiri Sasar Perdagangan Ritel di Kalimantan Barat

Perkuat Digital Banking, Mandiri Sasar Perdagangan Ritel di Kalimantan Barat

  Kamis, 16 Agustus 2018 10:00
FOTO BERSAMA : Para peserta foto bersama serta menunjukan e-money usai acara Fokus Group Discussion peran serta Digital Banking pada sektor perdagangan retail di Hotel Golden Tulip, Rabu (15/8).

Berita Terkait

PONTIANAK - Bank Mandiri terus mengembangkan layanan digital untuk mendukung transaksi perdagangan ritel di wilayah Kalimantan Barat. Terlihat dengan perluasan penggunaan channel e-Banking di berbagai wilayah di Kalimantan Barat. Menurut Vice President Bank Mandiri Pontianak Ahadi Subri, langkah Bank Mandiri mengembangkan layanan digital iniuntukmemenuhi dan memudahkan masyarakat melakukan transaksi keuangan, seiring dengan tumbuhnya sektor perdagangan di Kalimantan Barat. 

Salah satu layanan yang dikembangkan Bank Mandiri adalah dengan memperluas penggunaan e-money untuk memperlancar transaksi perdagangan ritel. "Kami akan terus mengembangkan layanan e-money agar masyarakat dapat lebih mudah lagi dalam melakukan transaksi keuangan ritel. Seperti pembelian bahan bakar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), pembelian kebutuhan sehari – hari di groceries dan di restoran," kata Ahadi.

Keinginan Bank Mandiri memperkuat layanan digital ini disampaikan dalam Focus Group Discussion bertajuk “Peran Serta Digital Banking Pada Sektor Perdagangan Retail” yang digelar di Hotel Golden Tulip, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (15/8).

Diskusi tersebut dihadiri Walikota Pontianak Terpilih Ir Edi Rusdi Kamtono MM MT, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Barat Mochamad Riezky F Purnomo, KepalaPerwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat Prijono, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak Ir Haryadi S Triwibowo, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Pontianak Ir Syarif Saleh, Pengamat Ekonomi Universitas Tanjungpura Dr Wendy, SE MSc dan kalangan dunia usaha. 

Di Kalimantan Barat, layanan digital Bank Mandiri terus dikembangkan. Hingga Juni 2018, electronic data capture (EDC) di wilayah Kalimantan Barat mencapai lebih dari tiga ribu EDC, yang tersebar di berbagai gerai perdagangan ritel. Selain digunakan untuk bertransaksi menggunakan kartu debit maupun kredit, sebagian EDC Bank Mandiri tersebut juga dapat melayani transaksi menggunakan uang elektronik atau e-money. 

Untuk kartu e-money sendiri, sejak Januari hingga Juni 2018, transaksi menggunakan kartu e-money mencapai 162.664 transaksi dengan nilai lebih dari Rp25 miliar. Sebagian besar transaksi e-money tersebut adalah di stasiun Pengsian Bahan Bakar umum (SPBU), toko-toko ritel dan restoran.

Penggunaan aplikasi Mandiri Online juga tumbuh signifikan. Hingga Juni 2018, hampir 15 ribu nasabah telah menggunakan layanan Mandiri Online. Jumlah tersebut meningkatsignifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 4.500 pengguna.

“Dengan Mandiri Online, masyarakat dapat dengan mudah melakukan berbagai transaksi keuangan, termasuk mengisi ulang e-money, hanya dengan mengunakan telepon pintar. Kami meyakini, ke depan akan semakin banyak masyarakat yang mengunakan layanan ini karena transaksi keuangan dapat lebih mudah dilakukan,” pungkas dia. (ars)

Berita Terkait