Peringati Momen Syawalan, Ratusan Balon Udara Diterbangkan

Peringati Momen Syawalan, Ratusan Balon Udara Diterbangkan

  Kamis, 13 June 2019 11:00
FESTIVAL BALON: Puluhan balon diikutsertakan dalam Festival Balon Udara 2019 di Lapangan Ningkodono, Kauman, Ponorogo, Jawa Timur, Rabu (12/6). BAGAS BIMANTARA/RADAR PONOROGO

Berita Terkait

Ratusan balon udara terlihat indah menghiasi langit Pekalongan, kemarin. Balon-balon udara itu diterbangkan dalam festival bertajuk 'Java Traditional Balloon Festival 2019' di Stadion Hoegeng, Pekalongan pada Rabu (12/6) pagi. Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto menuturkan festival ini merupakan yang kedua kalinya digelar pihaknya di Pekalongan. Tujuannya yakni menjembatani budaya masyarakat dalam menerbangkan balon udara tradisional dengan keselamatan penerbangan.

“Agar budaya masyarakat dan keselamatan penerbangan bisa berjalan harmonis, terbukti dapat dilihat pada hari ini masyarakat Pekalongan dan sekitarnya tetap melakukan budaya mereka menerbangkan balon udara untuk memperingati momen syawalan dengan cara ditambatkan,” ungkap Novie.

Menurut Novie, masyarakat juga sudah mulai terbiasa dan antusias dalam mengimplementasikan PM 40 Tahun 2018 tentang penggunaan balon udara pada kegiatan budaya masyarakat. 

Dalam penyelenggaraan festival tahun ini, AirNav Indonesia bersama Pemerintah Kota Pekalongan telah melakukan sosialisasi pada 20-24 Mei 2019. "Kami melakukan sosialisasi bersama dengan unsur Pemerintah Kota Pekalongan, Polres dan Kodim ke Kecamatan Pekalongan Utara, Pekalongan Barat, Selatan dan Timur, kemudian Kecamatan Tirto dan Buaran di Kabupaten Pekalongan serta Kecamatan Warungasem di Kabupaten Batang. Bahkan sosialisasi juga kami lakukan kepada siswa-siswi sekolah sebagai bentuk membangun kesadaran dan kepedulian terhadap keselamatan penerbangan bagi generasi penerus," jelasnya.

Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan mengenai bahaya balon udara terhadap keselamatan penerbangan dan rencana festival balon udara sebagai salah satu media melestarikan tradisi menerbangkan balon udara. "Respon masyarakat pada sosialisasi tersebut cukup antusias,” papar Novie. 

Dijelaskannya, antusiasme masyarakat dapat terlihat dari jumlah peserta yang berpartisipasi pada festival tahun ini. “Tahun lalu total peserta di Pekalongan sebanyak 30 kelompok. Tahun ini, jumlah peserta meningkat drastis menjadi 105 kelompok. Hal ini merupakan hasil dari upaya sosialisasi yang cukup masif dilakukan oleh AirNav Indonesia bersinergi dengan Pemerintah Kota Pekalongan dan Komunitas Sedulur Balon Pekalongan yang merupakan komunitas yang mewadahi para pegiat balon udara tradisional di Pekalongan dan sekitarnya,” terangnya.

AirNav Indonesia menyiapkan beragam hadiah dan hiburan menarik dalam gelaran festival tahun ini. Total hadiah untuk peserta Java Traditional Balloon Festival 2019 mencapai Rp70 juta ditambah berbagai door prize menarik baik untuk peserta maupun hadirin yang memadati Stadion Hoegeng.

Pada malam harinya, digelar Pesta Rakyat untuk masyarakat Pekalongan dengan menampilkan Didi Kempot, Resa Lawang Sewu dan kesenian khas Kota Pekalongan.(chi/jpnn)

Berita Terkait