Peringati CT-Day 2019, BPSPL Pontianak Bersihkan Lemukutan

Peringati CT-Day 2019, BPSPL Pontianak Bersihkan Lemukutan

  Kamis, 20 June 2019 11:40
Peringatan CT-Day : Gerakan bersih pantai dan laut di Pulai Lemukutan, dilaksanakan oleh BPSPL Pontianak dalam rangka memperingati CT-Day 2019, Selasa (18/6)

BENGKAYANG - Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan turut mendukung peringatan Hari Segitiga Terumbu Karang atau yang dikenal sebagai Coral Triangle Day (CT-Day) yang ditetapkan pada 9 Juni tiap tahunnya. Karena itu, untuk memperingati CT-Day 2019 ini, BPSPL Pontianak menyelenggarakan kegiatan Gerakan Bersih Pantai dan Laut (GBPL) di Pulau Lemukutan, Kalimantan Barat, Selasa (18/6).

Coral Triangle sendiri merupakan Kawasan Segitiga Terumbu Karang sebagai pusat keanekaragaman hayati laut dunia meliputi 6 negara yaitu Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon dan Timor Leste. 76% spesies terumbu karang dan 37% spesies ikan karang dunia menjadikan Kawasan Segitiga Terumbu Karang sebagai tempat untuk hidup. Tahun 2019 ini merupakan peringatan CT-Day yang ke-8 dengan mengangkat tema 'Corals of Change: Paving way for gender equality in Coral Triangle' atau 'Kesetaraan Gender di Kawasan Segitiga Karang'.

Kegiatan ini melibatkan 105 orang yang berasal dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat ; Dinas Perikanan Kab. Bengkayang ; BPSPL Pontianak ; Stasiun PSDKP Pontianak ; SKIPM Pontianak ; SUPM Pontianak ; Lantamal XII Pontianak ; Polair Polda Kalimantan Barat ; Universitas Tanjungpura ; Universitas Muhammadiyah Pontianak ; Universitas Nahdlatul Ulama ; Politeknik Negeri Pontianak ; POSSI Kalimantan Barat ; WWF Kalimantan Barat ; Poksmaswas Kima dan Karang ; dan Masyarakat Desa Lemukutan. Dalam proses pelaksanaannya kegiatan ini dibuka oleh Kepala BPSPL Pontianak, Getreda M Hehanussa. Beliau menyampaikan begitu pentingnya peran wanita dalam mendukung pembangunan kelautan dan perikanan seperti para ibu nelayan yang memberikan semangat para suaminya untuk melaut menangkap ikan. Kemudian mengolah ikan dan memasarkannya hingga bisa dikonsumsi dengan baik oleh masyarakat Indonesia dan berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi di sektor perikanan. Wanita adalah seorang istri untuk suami dan sekaligus menjadi ibu untuk anak-anaknya. Perannya begitu besar dalam mendidik anak-anaknya untuk dapat menjaga kebersihan dan kelestarian laut karena laut adalah masa depan bangsa. 

“Kebersihan pantai dan laut adalah tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat sehingga kerja sama yang baik diperlukan untuk menjaga kebersihan pantai dan laut”, ujar Getreda.

Sekretaris Desa Lemukutan, Ali Sahbana turut mengawali kegiatan GBPL dengan memberikan sambutan baik atas kegiatan Gerakan Bersih Pantai dan Laut yang menjadikan Pulau Lemukutan semakin terjaga kebersihannya. 

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bengkayang Syarifudin juga memberikan sambutan yang secara garis besar beliau menyampaikan dukungan atas aksi Gerakan Bersih Pantai dan Laut di Pulau Lemukutan. Perlu adanya kerja sama yang baik antar pemerintah dan masyarakat untuk menjaga kebersihan pantai dan laut. 

“Aksi bersih pantai dan laut diharapkan bisa keberlanjutan pelaksanaannya”, ujar Syarifudin. 

Dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat yang diwakili oleh Kepala Seksi Konservasi, Rehabilitasi dan Tata Ruang, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat, Erli, turut memberikan sambutan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada BPSPL Pontianak yang telah menginisiasi kegiatan Bersih Pantai dan Laut di Pulau Lemukutan. Pulau Lemukutan merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan dan akan dijadikan kawasan konservasi sehingga kebersihan dan kelestarian pantai dan laut perlu dijaga dengan baik.

Aksi bersih pantai dan laut dibagi menjadi 2 tim dalam pelaksanaannya yaitu Tim Pesisir dan Tim Laut untuk mengambil dan mengumpulkan sampah yang mencemari pesisir dan laut. Tim pesisir sebanyak 84 orang dan tim laut sebanyak 21 orang penyelam. Hasil sampah yang diambil kemudian dikumpulkan dalam karung goni untuk dilakukan penimbangan dan dicatat beratnya. Hasil sampah yang diperoleh yaitu dengan berat total sebesar 338,6 kg. Sampah dari pesisir sebesar 277 kg sedangkan sampah dari laut sebesar 61,6 kg. Kemudian di sela penutupan acara, Getreda M Hehanussa selaku Kepala BPSPL Pontianak berpesan jadikan laut sebagai halaman depan rumah kita agar selalu terdorong untuk mencintai laut dan menjaga kebersihannya dengan tidak membuang sampah di pantai dan laut.