Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-111

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-111

  Selasa, 21 May 2019 11:46
SAMBUTAN: Wakil Bupati Kapuas Hulu Antonius L Ain Pamero membacakan sambutan Menkominfo saat memimpin Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke 111 di Halaman Sekretariat Daerah, kemarin.

Berita Terkait

Momentum untuk Kembali Bersatu

PUTUSSIBAU – Momentum Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-111 diharapkan mampu mempersatukan bangsa yang sempat tercerai berai akibat beda pilihan pada pesta demokrasi lalu. Pesan tersebut disampaikan Menteri Kominfo RI, Rudiantara, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Bupati (Wabup) Antonius L Ain Pamero pada Upacara Peringatan Harkitnas di Halaman Sekretariat Daerah, kemarin.

“Harkitnas 111 adalah momentum untuk kembali mempersatukan bangsa. Seperti apa yang terkandung dalam Sumpah Palapa, ada tafsiran dalam sumpah tersebut tentang amukti palapa, yaitu sesuatu yang berkaitan dengan pernyataan Patih Gajah Mada, di mana Beliau tidak akan berhenti berpuasa sebelum mempersatukan nusantara (Indonesia)," paparnya.

Peringatan Harkitnas ini, menurutnya, sangat relevan dalam teks palapa itu. Sebab, pascapesta demokrasi, diakui dia, telah mengoyak sendi-sendi vital persatuan anak bangsa. “Ini karena berbagai faktor, mulai dari kurang dewasa dalam demokrasi, hingga muncul hoaks untuk kepentingan masing-masing,” ujar Wabup.

Ratusan nyawa, dikatakan dia, telah berkorban untuk pemilu kali ini. Sebab itu, dia mengajak untuk menghargai hasil demokrasi. “Telah satu abad, kemajemukan bangsa, suku, agama, dan kebudayaan di Indonesia. Kita akan mampu bersatu kembali, bagi kepentingan yang lebih luas, untuk anak cucu bangsa kedepan, serta persatuan bangsa,” papar Wabup. 

Bertepatan bulan suci Ramadan, menurutnya, juga kesempatan masyarakat untuk menimba pahala. Sebab itu dia mengajak untuk meninggalkan penyebaran fitnah. “Kita akhiri puasa, dengan hubungan baik hingga menyambut hari yang fitri. Saya yakin dengan kemandirian kita bisa bangkit lebih jaya dan kompetitif,” papar Wabup.

Wabup menambahkan, menyikapi pemilu masyarakat harus menyikapi perkembangan yang dengan tenang. Masyarakat, menurutnya, harus mempercayakan kepada lembaga yang sesuai dengan aturan yang ada. "Dan sejauh ini masyarakat kita di Kapuas Hulu masih menerima apa adanya hasil tersebut," ucapnya.

Terkait dengan isu people power tanggal 22 Mei, Wabup menuturkan ini bukan jalur sebenarnya dalam menyelesaikan permasalahan pemilu. Ditegaskan dia, ada jalur hukum dan itu aturan yang sebenarnya. Apabila ada pelanggaran, kata dia lagi, ada lembaga yang mengatasinya dan mengurusnya. 

“Masyarakat dan kita semua tidak perlu melakukan jalan pintas, apabila ada segala sesuatu yang harus kita urus, itu ada aturanya,” pungkasnya. (arf)

Berita Terkait