Peringatan Hari Bhakti Rimbawan ke-36

Peringatan Hari Bhakti Rimbawan ke-36

  Selasa, 19 March 2019 09:26
BERI PENGHARGAAN: Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir menyerahkan penghargaan kepada sejumlah ASN dan tenaga fungsional serta masyarakat teladan, dalam Peringatan Hari Bhakti Rimbawan ke-36, kemarin. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Ajak Masyarakat Cinta Adat dan Budaya

 

PUTUSSIBAU – Peringatan Hari Bhakti Rimbawan ke-36 di Kapuas Hulu kali ini dihiasi dengan pakaian adat lokal dan nusantara. Itu terlihat dari busana yang digunakan oleh para peserta upacara yang berlangsung di Balai Besar TaNa Bentarum, Senin (18/3) pagi.

Kepala Balai Besar TaNa Bentarum Arief Mahmud menyampaikan, pada puncak Peringatan Hari Bhakti Rimbawan ke-36 ini, pihaknya ingin menonjolkan harmoni antara budaya dan alam. “Ini kami tunjukkan dengan penggunaan pakaian adat lokal dan nusantara dalam upacara,” katanya.

Keragaman budaya, diakui dia, memang menjadi salah satu andalan untuk mampu meningkatkan pemasukan dari sektor wisata, melalui atraksi budaya. Apa yang ditampilkan oleh Balai Besar TaNa Bentarum tersebut, diakui dia, mungkin bukan hal yang baru, bahkan banyak dilakukan oleh instansi lain. Namun demikian, hal ini diharapkan dia, menjadi sebuah terobosan baru dalam upaya meningkatkan kesadaran bagi masyarakat, untuk mencintai adat dan budayanya, khususnya di Kabupaten Kapuas Hulu. Selain itu eksistensi budaya dan adat setempat, menurut dia, juga telah dijamin oleh negara, sehingga menjadi bagian tak terpisahkan dalam pengelolaan hutan termasuk kawasan konservasi. 

“Kami ingin menumbuhkan kembali budaya dan adat masyarakat lokal, sehingga ke depannya masyarakat menjadi mitra utama kami dalam melestarikan kawasan Taman Nasional,” pungkas Arief menutup wawancara.

Upacara Peringatan Hari Bhakti Rimbawan tahun 2019 tersebut dipimpin langsung Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir. Dalam kesempatan itu, Bupati membacakan amanah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, yang menekankan reklamasi dan rehabilitasi hutan secara besar-besaran mulai 2019. Reklamasi dan rehabilitasi, menurut dia, harus dilakukan berupa gerakan penanaman secara nasional di seluruh Indonesia. Rehabilitasi dan penanaman pohon, diorientasikan Bupati untuk penyelamatan danau, penyelamatan dam/waduk, pemukiman, serta menjaga keindahan alam sekaligus untuk perluasan kesempatan kerja, serta penyediaan kayu rakyat dan berbagai manfaat ekonomi lainnya bagi tabungan masyarakat di masa depan.

Peringatan Hari Bhakti Rimbawan saat ini, diharapkan Bupati, dijadikan kesempatan yang sangat baik untuk melakukan refleksi, menggali inspirasi, motivasi, dan berbagai inovasi dalam kiprah kerja di bidang lingkungan hidup dan kehutanan. “Rimbawan adalah sosok yang kuat dalam identitas, skill, perspektif berpikir, solidaritas, dan bergotong royong. Rimbawan juga sosok yang teguh dan tangguh, kuat, dan disiplin dalam kerja, dan pantang surut hadapi tantangan lapangan,” kata Nasir.

Pada saat upacara disampaikan juga penghargaan kepada ASN berupa Satya Lencana Karya 30 Tahun, 20 Tahun, dan 10 Tahun. Penghargaan juga diberikan kepada Tenaga Fungsional Polhut Terbaik atas nama Irman Fajar, Pengendali Ekosistem Hutan Terbaik atas nama Ahmad Gozali Darda, Tokoh Masyarakat Teladan atas nama Sinaryo (Kepala Desa Vega), Anggota Purna Saka Wana Bhakti Terbaik atas nama Imam Agung Prastowo, Kader Konservasi Teladan atas nama Agustinus Surya Indrawan, Kelompok Pecinta Alam Terbaik kepada Kelompok Pecinta Alam Bumi Penepian, dan Tenaga kontrak terbaik atas nama Andi Tarsita. (arf)

Berita Terkait