Perempuan Rawan Nyeri Pinggang Bawah

Perempuan Rawan Nyeri Pinggang Bawah

  Jumat, 27 November 2015 08:37

Nyeri pinggang bawah atau low back pain menjadi salah satu keluhan yang sering dialami masyarakat, terutama perempuan. Tentu saja ini mengakibatkan aktivitas seseorang menjadi terbatas. Gaya hidup juga dapat menjadi penyebab seseorang mengalaminya.Oleh : Marsita Riandini

Nyeri pinggang bawah merupakan suatu keadaan dimana pinggul terasa nyeri di daerah pinggang bagian bawah, terutama ke arah bokong. Demikian yang disampaikan oleh A. Jauhari, SMPh, SKM kepada For Her. “Kejadiannya lebih banyak diderita perempuan, terutama pada usia produktif antara 30 hingga 50 tahun,” jelas Ketua Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) Kalbar ini.
Meski demikian, lanjut Jauhari bukan berarti lelaki tidak banyak yang mengalaminya. Hanya saja karena aktivitas pinggang perempuan lebih banyak dibanding lelaki. “Perempuan pinggangnya itu lebih mobile dibanding lelaki, terutama saat proses persalinan yang menyebabkan pinggangnya agak lordotik atau orang sini bilang tonggek. Akibatnya, kemungkinan ada penjepitan oleh bantalan sendi ke arah serabut saraf yang menyarafi tungkai,” tutur Kepala Instalasi PPP RSUD Dr. Soedarso ini.
Tahap awal biasanya seseorang akan merasakan nyeri. Bila dibiarkan, maka nyeri tersebut akan bertambah parah. Bahkan bukan tidak mungkin akan menjadi kelumpuhan. Dia menyontohkan beberapa aktivitas yang menyebabkan nyeri di pinggang. Seperti mengambil barang jatuh langsung membungkuk, mencuci sayur dalam keadaan bungkuk termasuk pula memindahkan tanaman dari pot satu ke pot lainnya. Itu biasanya terjadi pada perempuan. “Pada pria biasanya mencuci mobil atau motor,” tambahnya.  
Bagian pinggang bawah merupakan daerah yang paling sering bergerak. Jika posisinya salah, ini yang dapat menyebabkan nyeri. “Makanya saat ada barang jatuh, ketika mengambilnya posisi tubuh harus lurus. Bengkokkan lutut dan pinggang tetap lurus, baru ambil barangnya. Waktu bangun jangan menggunakan kekuatan punggung, melainkan kekuatan kaki. Punggungnya harus tetap lurus agar pinggang selamat. Normalnya, kekuatan punggung bukan untuk angkat badan melainkan untuk mempertahankan posisi badan agar tetap lurus,” jelasnya.
Faktor nyeri pinggang ini banyak, bisa pula karena traumatik. Baik itu jatuh dari tangga, ataupun dari kendaraan. “Seseorang yang jatuh, maka harus lihat posisi jatuhnya. Jatuh posisi duduk jangan dianggap sepele, bisa saja jatuh ini menjadi awal rusaknya struktur tukang belakang. Khan di struktur tulang belakang itu ada bantalan sendi dan tulang belakang, diantara ruas tulang belakang ada saraf. Kalau bantalan sendi ini sudah rusak, otomatis ada pendempetan antara satu ruas dengan ruas lain, keadaan ini disebut penjepitan tulang belakang. Bukan hanya menjepit bantalan sendi tetapi juga sarafnya,” jelas dia.  
Dalam sistem saraf tubuh manusia, lanjut Jauhari, ada lapisan-lapisan. Pada bagian luar cenderung merupakan saraf perasa, sehingga jika terjepit akan merasakan nyeri, panas, pedas dan sebagainya. “Jika jepitnya semakin dalam maka akan terjadi kelumpuhan otot,” cetusnya. Itulah sebabnya, dia menyarankan ketika mengalami jatuh, lihat posisi jatuhnya. Hindari untuk langsung mengurutnya. “Saat terhempas khan antara ruas dengan ruas mepet satu sama lain. Kalau penanganannya tak benar akan menjadi masalah. Saat jatuh itu sebaiknya tidak diurut. Istirahatkan dulu tubuh, dan hindari gerakan-gerakan dan penekanan-penekanan.  Hindari juga unsur panas,” terang dia.
Jika saat jatuh ada memar di bagian tubuh, hindari pula untuk memijitnya. Sebab ketika digosok akan terjadi pelebaran di lokasi memarnya. “Dia memar ini khan berarti ada perdarahan di bawah kulit. Pembuluh darah pecah, kalau diurut lagi akan melebar kemana-mana sehingga membesar dan terjadi pembengkakan. Tadinya bisa bergerak, jadi tidak bisa,” katanya.
Makanya, dia menyarankan untuk mengompres dengan air dingin. “Kalau nonton pertandingan tinju akan melihat ketika petinju memar bukan dikasih obat, melainkan di kompres dengan yang dingin. Sementara kalau kita, bisa juga menggunakan kompresan es batu yang dimasukkan dalam plastk ataupun kain,” pungkasnya. **