Perempuan Pelopor Perdamaian

Perempuan Pelopor Perdamaian

  Sabtu, 18 March 2017 09:30
SAMBUTAN: Amrizal saat memberikan sambutan. FOTO AGUS SULAIMAN

Berita Terkait

Rembuk Kebangsaan BNPT-FKPT Kalbar

BADAN Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT) melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Barat, Kamis (17/3) menggelar Rembuk Kebangsaan Perempuan Pelopor Perdamaian Majlis Kebangsaan bertempat di Hotel Orchard Gajah Mada Pontianak. Acara dibuka Inspektur BNPT, Dr Amrizal. Dalam sambutannya, Amrizal mengatakan, terorisme senantiasa mewarnai perjalanan sejarah bangsa Indonesia. 

“Sejak masa Orde Lama, Orde Baru, hingga Reformasi, aktivitas kelompok teroris dengan aksi dan ancaman kekerasannya kerap menjadi hantu yang menakutkan bagi kedamaian masyarakat dan kedaulatan bangsa ini,” katanya. Tidak ada strategi tunggal, sambung Amrizal, karena kelompok teror selalu bergerak dinamis mengadaptasi perubahan lingkungan strategis baik lokal, nasional, maupun global.“Berbagai kebijakan yang diambil negara dalam pengalaman menanggulangi terorisme telah menyadarkan kita bersama bahwa terorisme bukan persoalan pelaku, jaringan, sasaran, dan aksi brutalnya saja. Terorisme adalah persoalan ideologi, keyakinan, dan pemahaman yang keliru tentang cita-cita yang tidak sesuai dengan pandangan hidup bangsa, Pancasila,” urainya. 

Karena itulah, jelas Amrizal, peluru tajam, penangkapan, dan penegakan hukum semata, dirasa bukan jalan tunggal yang dapat memutus aktivitas terorisme di Indonesia. “BNPT lahir pada tahun 2010 dalam rangka melengkapi kebijakan dan strategi nasional penanggulangan terorisme, dengan mengkombinasikan pendekatan keras dan pendekatan lunak,” paparnya. 

FKPT tukas Amrizal, merupakan bagian dari strategi kontra radikalisasi dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat adat dan budaya, tokoh media massa, tokoh pemuda dan perempuan, serta tokoh pendidikan, sebagai mitra strategis dalam membentengi masyarakat dari pengaruh paham radikal terorisme. “Untu itu kami berterima kasih dan mengapresiasi kegiatan pelibatan masyarakat dalam pencegahan terorisme ini,” pungkasnya. 

Karena itulah, FKPT di daerah, diharapkan menjadi kekuatan dan modal besar membendung paham radikal yang dapat menjerumuskan masyarakat pada aksi kekerasan dan terorisme. (ags/ser)

Berita Terkait