Perekrut dan Penyalur TKI Ilegal Diringkus

Perekrut dan Penyalur TKI Ilegal Diringkus

  Rabu, 1 Agustus 2018 10:00
DIPULANGKAN: Para calon TKI ilegal dipulangkan ke kampung halamannya, karena dinilai ilegal. SUGENG/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Korban Dijanjikan di Pabrik Sawit, RM35 per Hari

Janjinya, mereka akan dipekerjakan sebagai TKI ilegal di Malaysia. Mereka berasal dari Sambas dan Pontianak.Besaran gajinya pun lumayan. RM35 per hari. Sang penyalur, konon dijanjikan Rp10 juta per orang yang masuk ke Malaysia.

Sugeng, SANGGAU

NABAN (42) tahun diringkus Kepolisian Resor (Polres) Sanggau. Pria asal Pontianak ini diduga sebagai perekrut sekaligus penyalur tenaga kerja Indonesia ilegal ke Malaysia.

Selain meringkus Naban, polisi juga mengamankan empat orang yang diduga akan dipekerjakan sebagai TKI ilegal di Malaysia. 

Mereka berasal dari Sambas dan Pontianak.

 “Mereka dijanjikan bekerja di pabrik kelapa sawit dengan gaji RM35 per hari,” ungkap Kapolres Sanggau AKBP Imam Riyadi didampingi Kasat Reskrim Polres Sanggau, AKP M. Aminudin, Selasa (31/7).

 “Pelaku ini perekrut sekaligus juga penyalur. Korban masuk melalui jalur resmi dengan paspor lengkap,” tambahnya.

Naban yang kini berstatus tersangka dikenakan pasal 4 sub pasal 10  UU Nomor 21 Tentang Tindak Pidana Perlindungan Orang dan pasal 102 huruf (a) UU RI Nomor 39 Tahun 2004 Tentang Tindak Pidana Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri.

 “(Tersangka) selain merekrut, dia juga yang mengantarkan. 

Setiap satu orang yang berhasil diantarkan ke luar negeri, tersangka dijanjikan memperoleh Rp10 juta per kepala oleh pelaku lain di Malaysia,” katanya.

Kasus semacam ini kerap terjadi karena masih ada masyarakat yang bisa diimingi-imingi dengan janji mendapatkan pekerjaan dengan gaji besar. Dia mengimbau masyarakat tidak mudah percaya dengan bujuk rayu dan iming-iming dari siapapun yang menjanjikan bisa mencari pekerjaan dengan gaji besar di Malaysia.

 “Ujung-ujungnya nanti orang-orang kita di sana dikejar-kejar oleh petugas, bahkan bisa dipenjara di sana,” ujarnya.

Usai menyampaikan rilis, dia memerintahkan anggotanya mengantarkan para korban kembali ke kampung halamannya dengan menggunakan kendaraan angkutanumum. (*)

Berita Terkait