Perbatasan Diperketat

Perbatasan Diperketat

  Kamis, 16 May 2019 11:17
RAZIA. Kepolisian menggelar razia kendaraan untuk mengantisipasi masuknya orang dan barang ilegal dari Malaysia. (sugengrohadi/pontianakpost)

Selundupan Orang dan Barang Ilegal 

SANGGAU – Polsek Entikong mulai mengintensifkan razia kendaraan untuk menghindari penyelundupan mendekati momentum lebaran. Adanya peningkatan kebutuhann masyarakat di perbatasan mesti diantisipasi agar tidak dimanfaatkan untuk masuknya barang-barang ilegal.

 “Langkah antisipasi yang dilakukan yakni pemeriksaan kendaraan yang melintasi PLBN Entikong, terutama yang berasal dari Malaysia menuju Indonesia,” kata Kapolsek Entikong, Kompol Amin Siddiq, Rabu (15/5).

Tidak hanya kendaraan, orang maupun barang bawaan juga diperiksa secara seksama. Pemeriksaan semacam ini telah dilaksanakan sejak wal ramadan lalu dan terus diintensifkan sampai mendekati hari pelaksanaan idulfitri. Sejauh ini, tidak ditemukan sesuatu yang melanggar hukum.

Amin menginformasikan, hasil patroli yang digelar di jalan tikus sebagai upaya cipta kondisi, ditemukan komoditas pangan ilegal yang hendak dibawa (diselundupkan) ke Indonesia berupa telur ayam. Polisi akhirnya melakukan pengawasan 24 jam. Untuk malam hari, patroli dilakukan berkala pada waktu-waktu yang dianggap rawan.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Entikong, Herri Prihatin mengatakan pihaknya menambah jumlah petugas untuk melayani masyarakat yang melakukan mudik lebaran melalui Pintu Lintas Batas Negara (PLBN) di Entikong, Kabupaten Sanggau. Meski perlintasan masih sedikit, pihaknya sudah melakukan upaya antisipasi lonjakan.

 “Saat ini perlintasan orang masih belum banyak (sedikit,red) ya. Tapi, kami sudah mengantisipasi kalau nanti ada lonjakan perlintasan lebaran. Nanti, mendekati lebaran kami akan tambah personil di TPI untuk melancarkan saudara-saudara kita yang mudik melalui Entikong,” jelasnya kemarin.

Pihaknya juga mengantisipasi kepulangan WNI tanpa dokumen melalui jalur tidak resmi (jalan tikus). Untuk urusan tersebut, pihaknya akan melibatkan kepolisian dan juga tentara dalam rangka patroli gabungan. Selain itu, instansi yang dipimpinnya akan membantu memperkuat kekuatan di PLBN Entikong.

Mengenai WNI yang pulang melalui jalur tidak resmi, ia tidak menyebut spesifik angkanya. Namun, dari kasus yang pernah mereka tangani jumlahnya cukup lumayan banyak. Kepulangan mereka melalui jalur tersebut agar tidak berurusan dengan hukum di negara tetangga.

 “Dari yang pernah kami tangani, mereka yang kembali ke Indonesia lewat jalur tikus ini dikarenakan tidak memiliki dokumen atau yang punya dokumen tapi sudah tidak berlaku. Kalau mereka lewat jalur resmi pasti ditangkap Imigrasi Malaysia,” ungkapnya. (sgg)