Perbatasan dan Karhutla Harus Menjadi Perhatian Serius

Perbatasan dan Karhutla Harus Menjadi Perhatian Serius

  Jumat, 3 June 2016 09:30
FAREWELL PARADE: Polda Kalbar menggelar farewell parade pelepasan Brigjen Arief Sulistyanto sebagai kapolda, kemarin. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Tongkat komando pimpinan Kepolisian Daerah Kalimantan Barat resmi berpindah tangan setelah dua tahun 28 hari dipegang Brigjen Pol Arief Sulistyanto. Melalui farewell parade Brigjen Arief Sulistyanto secara resmi menyerahkan jabatannya kepada Kapolda yang baru Brigjen Pol Musyafak, Kamis (2/6) siang.

******

BRIGJEN Pol Arief Sulistyanto yang saat ini pindah tugas di Mabes Polri sebagai Staf Ahli bidang Manajemen mengaku bahwa misi yang diberikan pimpinan untuk memimpin Polda Kalbar sudah dijalankan secara maksimal. 

Ia ditugaskan untuk mengubah kultur dan meningkatkan kualitas pelayanan Polda Kalbar kepada masyarakat. "Alhamdulillah dari masyarakat sudah ada perubahan presepsi terhadap kinerja Polda Kalbar yang lebih positif," katanya.

Kemudian, misi selanjutnya adalah penegakan hukum terhadap berbagai bentuk kejahatan trans-nasional, terutama pengamanan dan pengawasan di wilayah perbatasan. Untuk itu ia sudah bersinergi dengan instansi terkait lainnya, seperti Bea Cukai, Imigrasi dan karantina untuk betul-betul mengawasi wilayah perbatasan, terutama masuknya barang-barang ilegal. 

"Mulai saya di sini sudah berhasil dilaksanakan itu dan barang-barang ilegal yang semula masih masuk sudah berhasil dihentikan dan ini merupakan satu prestasi bersama," katanya.  

Arief juga menyinggung soal pemberantasan kejahatan-kejahatan lingkungan akibat penambangan ilegal. Menurutnya, hal itu menjadi perhatian dan harus diawasi, jika tidak maka lingkungan menjadi rusak dan kualitas kehidupan masyarakat akan lebih buruk. 

Tak kalah penting, Arief mengingatkan maraknya peredaran narkotika di Kalimantan Barat. Menurut Arief, setiap bulan Polda Kalbar selalu penangkapan dengan jumlah yang cukup besar, sehingga harus ditingkatkan lagi. "Semua apa yang sudah saya lakukan, baik itu kebijakan-kebijakan maupun pembinaan dan strategi-strategi operasional sudah saya sampaikan kepada pejabat baru," terangnya.  

Kendati demikian, selama mengemban tugas sebagai Kapolda Kalbar, Arief mengaku masih banyak kekurangan. Ia berharap dengan kepemimpinan kapolda yang baru, Brigjen Pol Musyafak, Polda Kalbar menjadi lebih baik. "Saya berusaha berikan semaksimal untuk Polda dan masyarakat. Saya sadar apa yang saya berikan belum bisa memberikan kepuasan baik kepada Polda dan masyarakat," ujarnya.

Arief menyampaikan permohonan maaf, baik dalam bidang pembinaan anggota ataupun pergaulan kepada masyarakat Kalimantan Barat. "Saya mohon maaf apabila ada hal-hal yang tidak berkenan. Hari ini saya mengakhiri jabatan saya di Polda Kalbar akan pindah tugas. Mudah-mudahan Polda Kalbar setelah saya tinggalkan Polda Kalbar lebih baik lebih hebat dan semakin dicintai masyarakat," katanya.

Arief juga menyampaikan ucapkan selamat atas peningkatan status Polda Kalbar yang sebelumnya tipe B ke tipe A. Mudahan-mudahan bisa memacu semangat anggota untuk menjalankan tugas. "Saya juga berharap Kapolda Kalbar yang baru, bisa menjadi lebih baik. Saya mohon doa restu kepada semua anggota untuk menjalankan tugas di tempat baru" katanya.

Kapolda Kalbar Brigjen Pol Musyafak berjanji akan memberikan yang terbaik untuk Polda Kalbar demi masyarakat Kalimantan Barat. Tugas-tugas yang sudah dilakukan kapolda sebelumnya akan dilanjutkan dan ditingkatkan. "Mari kita bersama-sama kerja demi Kalimantan Barat ini," ujar mantan Kapolda Jambi itu.

Menurut Musyafak, wilayah perbatasan dan kebakaran hutan dan lahan menjadi perhatian khusus. "Saya minta kepada masayarakat Kalimantan Barat untuk berdoa agar Kalbar diberi hujan. Dengan turunnya hujan maka tidak akan terjadi kebakaran hutan dan lahan. Karena kebakaran hutan dan lahan menjadi menyakit dan bahkan sengsara bagi kita semua," katanya singkat. (arf) 

Berita Terkait