Perbaiki Manajemen Data Kependudukan

Perbaiki Manajemen Data Kependudukan

  Rabu, 20 March 2019 09:52

Berita Terkait

JAKARTA-Problem terkait kualitas daftar pemilih tetap (DPT) selalu mewarnai penyelenggaraan pemilu. MPR menilai, munculnya masalah DPT patut menjadi evaluasi seluruh stakeholder agar hal itu tidak menjadi penyakit kambuhan lima tahunan.

Anggota MPR dari Fraksi PAN Viva Yoga Mauladi menyatakan, problem DPT muncul karena beberapa hal. Namun, salah satu yang kerap muncul adalah ke salahan teknis. 

“Misalnya, ada problem server, lalu berusaha diinput, ternyata muncul dobel, jadi ganda,” kata Viva ke marin (15/3).

Menurut Viva, masalah lain adalah terkait data ganjil yang muncul di DPT. Hal itu yang terakhir dilaporkan pasangan Prabowo-Sandi beberapa hari lalu. Kubu Prabowo-Sandi ingin KPU mengklarifikasi data pemilih dengan angka kelahiran sama yang jumlahnya mencapai jutaan. “Kalau itu bukan ganjil, kami hanya minta itu diperiksa kembali,” ucap salah seorang juru bicara Prabowo-Sandi itu. 

Anggota MPR dari Fraksi PDIP Aria Bima menambahkan, munculnya masalah DPT disebabkan perubahan tata cara pemilu. Sejak pemilu di Indonesia mengenal coblos partai dan nama caleg, isu DPT semakin sensitif. “Karena DPT itu selalu dipegang timses untuk menentukan pemetaan,” jelas Aria.

Menurut Aria, masalah DPT saat ini selangkah lebih maju dalam hal upaya penyelesaian. Bukan anya penyelenggara, peserta pemilu juga diberi kesempatan membuka data DPT bersamasama.

“Selama ini sudah dipelototi bareng-bareng. Cuma kok tautau muncul lagi laporan lain, dari yang bukan memelototi,” ungkap Aria. (bay/c17/agm)

Berita Terkait