Perbaikan Pelabuhan Feri Terus Dilakukan

Perbaikan Pelabuhan Feri Terus Dilakukan

  Jumat, 7 December 2018 10:42
DIPERBAIKI: Perbaikan jalan terus dilakukan dengan menimbun menggunakan tanah di sekitar pelabuhan milik Haji Marhali. Istimewa

Berita Terkait

TELUK BATANG-Sejak dipindahkan sementara waktu Pelabuhan Penyeberangan Dermaga Feri Teluk Batang ke Pelabuhan Swasta milik Haji Marhali, sudah seminggu ini tidak beroperasi.

Anggota DPRD Kabupaten Kayong Utara Sarnawi mengatakan hal ini diakibatkan jalan untuk menuju lokasi pelabuhan Swasta milik Marhali tidak bisa dilalui mobil ekspedisi. "Sudah seminggu Pelabuhan tidak beroperasi, yang berdampak angkutan ekspedisi dari Pontianak dan ke Pontianak tidak bisa berlabuh,"terang Sarnawi di Teluk Batang.

Dirinya menyampaikan bahwa Pemda Kayong Utara sendiri sudah menganggarkan untuk membangun Pelabuhan Teluk Batang yang rusak. Namun dirinya melihat itu memerlukan waktu yang cukup lama, yakni baru akan direalisasikan pada tahun 2019. “Untuk perbaikan tahun anggran direalisasikan tahun 2019,”terangnya.

Ditambahkannya, sebentar lagi akan menghadapi Hari Natal dan Tahun Baru, yang mana kebutuhan bahan pokok perlu disuplai dari Pontianak. "Natal dan Tahun baru sudah tidak lama lagi. Pelabuhan Teluk Batang inikan melayani kebutuhan masyarakat Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang. Jika jalan menuju pelabuhan ini tidak segera ditanggulangi, akan berdampak terhadap harga-harga bahan pokok," sambungnya.

Untuk itu, dirinya berharap pemerintah bisa segera memberikan bantuan, sehingga pelabuhan tersebut bisa beroperasi kembali.

Sementara itu, Marhali, Pemilik Pelabuhan mengungkapkan, dirinya mengikhlaskan lahannya digunakan sebagai pelabuhan bongkar muat, karena menyangkut kepentingan masyarakat banyak.  Dan disampaikannya pula, sudah seminggu lebih pelabuhan miliknya tidak beroperasi karena kendala jalanan yang rusak parah dan perlu perbaikan. "Awalnya saya langsung melakukan penimbunan, agar jalanan bisa dilalui oleh truk ekspedisi. Namun karena keadaan cuaca, tanahnya menjadi becek, dan membuat kendaraan tidak bisa lewat,"terang Marhali.

Rusaknya jalan yang menggunakan timbunan tanah merah ini, sambungnya bisa ditanggulangi dengan menggunakan tanah yang mengandung unsur bauksitnya.

Dijelaskan dia, dari informasi yang dikumpulkan Marhali, tanah tersebut bisa didapat di daerah Matan Jaya Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara,"Saya menyuruh staf untuk segera membeli tanah tersebut. Namun sesampainya di sana pihak perusahaan yang menguasai lahan tersebut, tidak mau menjualnya, dengan alasan yang dikerjakan merupakan kepentingan pribadi,"sambungnya.

Marhali berharap, Pemerintah Daerah, bisa memfasilitasi dirinya untuk mendatangkan tanah yang mengandung unsur bauksit tersebut. "Jika tanah tersebut, bisa didatangkan, sebelum Hari Natal, Pelabuhan ini sudah bisa dimanfaatkan oleh pengguna angkutan ekspedisi untuk mengangkut barang-barangnya,"tutupnya. (dan)

 

Berita Terkait