Perayaan Natal dan Doa Berantai di Menilau Bupati Sampaikan Pesan ke Ibu-ibu

Perayaan Natal dan Doa Berantai di Menilau Bupati Sampaikan Pesan ke Ibu-ibu

  Jumat, 18 January 2019 14:54
FOTO BERSAMA: Bupati Sintang Jarot Winarno berfoto bersama saat Perayaan Natal dan Doa Berantai di Desa Menilau, Desa Sumber Sari, Kecamatan Ketungau Tengah, Rabu (16/1) HUMAS FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINTANG-Perayaan Natal dan Doa Berantai di Desa Menilau, Desa Sumber Sari, Kecamatan Ketungau Tengah, yang dihadiri oleh Bupati Sintang Jarot Winarno, digelar Rabu (16/1). Perayaan yang dilaksanakan oleh GKII Mahanaim Menilau tersebut diikuti oleh kaum ibu-ibu.

Pemukulan gong sebanyak tujuh kali yang dilakukan oleh Bupati Sintang, menjadi penanda diresmikannya kegiatan tersebut. Dalam sambutannnya, Jarot mengapresiasi  terselenggaranya kegiatan ini. “Saya sangat berbahagia karena bisa hadir ditengah-tengah kaum ibu di perayaan natal dan doa berantai ini, walaupun tempatnya lumayan jauh, akan tetapi saya senang”, ungkap Bupati Sintang.

Dalam kesempatan tersebut, Jarot sempat menyinggung soal pentingnya peranan seorang ibu bagi rumah tangga, hingga negara. Sesuai dengan tema kegiatan yakni ‘Wanita Yang Berhati Hamba’, kata Jarot, maka dia menilai peranan ibu sebagai tiang negara. Peran ini menurutnya sangat erat kaitannya dengan peran ibu-ibu dalam menjaga pola hidup sehat pada anak-anaknya.

“Tanggung jawab seorang ibu sangatlah besar, dimana tanggung jawab itu untuk memberikan dan menjaga anak kita untuk tetap sehat, karena anak-anak kita merupakan generasi penerus bangsa,” katanya.

Jarot mengatakan sekolah yang utama untuk generasi muda adalah seorang ibu. Di tangan para ibu-ibu inilah, menrutjnya, akan generasi muda mulai tumbuh dengan baik, sehingga penting kiranya memperhatikan tumbuh kembang anak dengan memastikannya mengonsumsi makanan yang berkecukupan gizi.

“Terpenting juga, 1000 Hari Pertama Kelahiran anak kita diberikan ASI eklusif selama enam bulan, hal ini agar anak kita tidak kekurangan gizi yang kedepannya anak tersebut akan mengalami tinggi badan tidak sesuai dengan umurnya atau biasa disebut stanting,” ujarnya. 

Sementara itu, Gembala Sidang GKII Mahanaim Menilau, Pendeta Tatang Hadinata mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk menjalin silaturahmi dan merayakan Natal bersama. 

“Kita selenggarakan kegiatan perayaan natal dan doa berantai perkauan se-Daerah Ketungau ini untuk saling bersilaturahmi sekaligus kita berdoa kepada Tuhan mengucap rasa syukur nikmat yang telah diberikan kepada kita semuanya,” sebutnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Pendeta Tatang mengatakan bahwa tempat yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan perayaan natal dan doa berantai, merupakan Gereja yang belum 100 pesen rampung pembangunannya. Dia mengungkapkan, selama tujuh tahun menjadi Gembala Sidang GKII Mahanaim Menilau, ia  merasa cukup bangga bisa bersama-sama membangun gereja yang baru.

“Akan tetapi perlu diketahui bahwa tempat yang kita laksanakan kegiatan ini belumlah rampung 100 persen, dan dimintakan kepada Bupati Sintang untuk dapat memberikan bantuan dalam hal perampungan Gereja ini,” katanya. 

Ketua Panitia Penyelenggara, Novia Lendriani dihadapan Bupati Sintang beserta rombongan dan jemaat lainnya merasa bangga atas terselenggarakannya kegiatan tersebut. Dia mengungkapkan bahwa, panitia memiliki rasa kekhawatiran untuk menjadi tuan rumah perayaan natal dan doa berantai tahun 2019, meski kegiatan adalah kegiatan yang digelar kedua kalinya untuk di Ketungau, yang dimana pada tahun sebelumnya dilaksanakan di Desa lain.

“Kami ucapkan syukur karena dapat melihat langsung dan menyambut kedatangan Bupati Sintang beserta rombongan atas kehadiran tersebut kami ucapkan beribu-ribu terimakasih,” ucapnya. (sti)

Berita Terkait