Peran Keluarga Dalam Pendidikan Anak

Peran Keluarga Dalam Pendidikan Anak

  Sabtu, 18 June 2016 10:09   5,822

Oleh: Yoki Firmansyah, M.Kom

PENDIDIKAN  merupakan hal yang sangat penting bagi setiap individu yang ingin berkembang, dan meraih sukses di masa yang akan dating. Bahkan pemerintah sendiri mencanangkan program wajib belajar hingga 9 tahun, selain itu pemerintah juga menyediakan dana yang cukup besar dari APBN untuk mendukung program tersebut, dari hal tersebut dapat dilihat betapa pentingnya pendidikan demi kemajuan baik pribagi maupun bangsa dan negara.

            Banyak ahli yang memaparkan pengertian mengenai pendidikan diantaranya yaitu Ahmad D. Marimba beliau berpendapat bahwa pendidikan merupakan proses bimbingan yang dilakukan secara sadar oleh pendidik terhadap proses perkembangan jasmani dan rohani peserta didik, dengan tujuan supaya terbentuk kepribadian yang unggul. Kepribadian yang unggul ini memiliki makna yang cukup dalam, yaitu pribadi yang bukan hanya pintar secara akademis tapi juga baik secara karakter, sedangkan Langeveld berpendapat bahwa pendidikan merupakan suatu usaha serta upaya yang dilakukan oleh manusia yang sudah dewasa dalam membimbing manusia yang masih belum dewasa ke arah kedewasaan.

Bimbingan disini dalam arti luas, yaitu memberikan pengetahuan serta pemahaman kepada anak-anak bagaimana dia harus bertanggung jawab menyelesaikan tugas-tugasnya, mengajarkan kemandirian, saling menghormati, rasa tanggung jawab, serta bimbingan lainnya.

            Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa sebenarnya pendidikan bukan hanya berorientasi pada pendidikan formal saja, namun juga ada jalur pendidikan keluarga dan lingkungan yang berbentuk kegiatan belajar secara mandiri dan dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab yang biasa disebut dengan pendidikan informal.

            Namun dapat kita lihat pada saat ini banyak masyarakat dan orang tua yang mengesampingkan pendidikan informal, banyak orang tua yang berfikiran bahwa pendidikan di sekolah sudah cukup, namun nyatanya tidak, banyak anak yang pintar di sekolah, sukses di luar sekolah, namun gagal di dalam keluarga, banyak kita lihat sekarang bahwa pendidikan yang didapat di sekolah saja tidaklah cukup. Salah satu contoh kasus pembunuhan sadis yang melibatkan anak Sekolah Menengah Pertama (SMP), faktanya adalah anak tersebut merupakan anak yang pintar, anak yang berprestasi di sekolah, dan beberapa kali mendapatkan rangking di sekolahnya. Bahkan pelaku sempat masuk ke dalam pesantren namun dikeluarkan karena akhlak yang kurang baik.

Pendidikan informal merupakan pendidikan yang diberikan oleh keluarga, dan lingkungan sekitarnya. Pendidikan informal adalah pendidikan yang didapat dari pendidikan yang bersifat tidak resmi, seperti pendidikan alam dan pendidikan lain di luar pendidikan di suatu lembaga sekolah. Di dalam pasal 1 ayat 13 undang undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem, pendidikan nasional telah dituliskan secara jelas mengenai apa yang dimaksud dengan pendidikan informal. Penyelenggaraan kegiatan pendidikan informal telah tertuang pada pasal 27 Undang Undang Nomor 20 tahun 2003, dan juga pasal 116 peraturan pemerintah No 17 tahun 2010, yang menjelaskan bahwa pendidikan informal dilakukan oleh keluarga, dan lingkungan yang berbentuk kegiatan belajar secara mandiri, dimana pendidikan ini berkaitan dengan pembentukan watak, kebiasaan, dan prilaku anak, yang mana ketiga faktor tersebut merupakan jembatan bagi mereka untuk memasuki dunia di masa yang akan datang.

            Dapat dilihat pada paragrap di atas bahwa pendidikan yang berasal dari keluarga sangat berpengaruh terhadap anak, bahkan diatur dalam undang undang. Keluarga merupakan ujung tombak kesuksesan anak yang tidak didapat melalui pendidikan di sekolah, dikarenakan keluarga berperan vital dalam pembentukan watak, kebiasan serta perilaku anak diluar lingkungan keluarga.

Pendidikan akhal, perbaikan watak, serta prilaku yang baik merupakan tugas dari lingkungan keluarga untuk mengajarkan kepada anak. Hal tersebut dikarenakan sebelum anak terjun ke dalam lingkungan masyarakat yang lebih luas si anak harus memiliki bekal yang cukup, dan bekal tersebut didapat dari keluarganya, jika di dalam keluarga si anak mendapatkan pendidikan yang baik dan terarah seperti pendidikan mengenai akhlaq, etika, cara bertutur kata dan pendidikan yang lainnya yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang terhadap kebiasaan, maka besar kemungkinannya si anak dapat sukses di luar lingkungan keluarganya.

            Jika anak sudah terbiasa melakukan sesuatunya dengan baik di lingkungan keluarga maka dia akan selalu melakukan sesuatu hal yang baik pula ketika dia keluar dari lingkungan keluarga. Atas dasar itu lah keluarga sangat berperan penting dalam mendidik anak. Karena jika seseorang telah sukses di dalam keluarganya, bukan tidak mungkin jika seseorang terjun ke dunia masyarakat yang lebih luas dari keluarga, maka masyarakat tersebut akan baik pula tergantung bagaimana keluarga mendidiknya.

            Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa peran keluarga dalam pendidikan anak sangatlah besar, keluarga merupakan unsur terkecil dalam sebuah masyarakat, dari lingkungan keluargalah anak tumbuh dan berkembang dan dari sinilah awal pendidikan diperoleh oleh anak, dari keluargalah anak belajar berprilaku, dan bersikap, ketika keluarga telah menanamkan akhlak yang baik, perilak yang baik, etika yang baik, dan akhirnya terbentuk sebuah kebiasaan yang baik, maka anak tersebut berarti telah siap untuk mengarungi kehidupan di luar lingkungan keluarga. 

            Adapun harapan akhir dari tulisan ini. Semoga para orang tua semakin sadar bahwa sangat penting memberikan pendidikan pada anak tidak hanya membiarkan anak mendapatkan pendidikan formal saja namun juga pada pendidikan informal.

 

* Staff Pengajar AMIK BSI Pontianak