Peran Ayah Mendidik Anak

Peran Ayah Mendidik Anak

  Rabu, 11 November 2015 08:45

Berita Terkait

ANGGAPAN yang menyatakan bahwa tugas ayah adalah bekerja dan mencari nafkah, sementara tugas ibu adalah mengasuh anak hanya separoh benar. Dalam proses parenting, kehadiran Ayah sama pentingnya dengan kehadiran Ibu. Masing-masing berperan penting dalam proses tumbuh-kembang anak. Apa yang bisa dikontribusikan ayah dalam proses parenting? Banyak sekali Oleh : Marsita Riandini

Menikah dan memiliki keturunan menjadi harapan hampir semua pasangan. Bahkan banyak orang tua yang kemudian bangga dengan tumbuh kembang anaknya. Disisi lain, banyak pula anak-anak yang kehilangan hak asuhnya, bahkan rasa aman dalam hidupnya. Padahal pola asuh dalam keluarga sangat penting untuk tumbuh kembang yang baik bagi anak.Hal penting yang harus dipahami bahwa anak adalah urusan ayah dan ibu. Kedua orang tua ini harus menjalin kerjasama yang baik dalam penerapan pola asuh kepada anak. Sebab ada banyak orang yang menganggap bahwa anak adalah urusan ibunya, sementara tugas ayah hanya mencari nafkah. Lantas sejauh mana peran ayah dalam pengasuhan anaknya?

Menjawab hal ini, Psikolog Ismi Ardhini, S. Psi mengatakan bahwa orang tua harus kerjasama dalam pengasuhan terhadap anak. Sekalipun ayah memang lebih banyak menghabiskan waktu di tempat kerjanya, tetap saja harus memperhatikan anak. “Tentu saja caranya yang tidak sama. Meskipun ayahnya lebih banyak di kantor, atau di tempat kerja, bukan berarti melepaskan pola asuh sepenuhnya kepada ibu. Ayah juga harus mengetahui perkembangan buah hatinya dari hari ke hari,” jelas dia.

Cara yang dilakukan tentu beragam, sesuai dengan karakter dan situasi masing-masing rumah tangga. Salah satu caranya dengan memperbanyak komunikasi dengan pasangan. “Pasangan harus aktif satu sama lain dalam mencari dan memberikan informasi tentang anaknya. Saat pulang kerja misalnya, ayah bisa bertanya pada si ibu, apa yang dilakukan anak-anaknya, demikian juga si ibu harus lebih aktif menginformasikan apa saja yang dilakukan anak-anaknya,” bebernya.

Jika orang tua saling tahu, maka akan saling memahami tentang karakter anak dan menentukan pola asuh yang tepat bagi buah hatinya. “Jangan pula berpikir, saya di kantor, urusan anak itu ibunya saja. Peran ayah dan ibu sebenarnya sama saja. Hanya saja bentuk perhatiannya yang berbeda,” ucapnya. Banyak yang mengatakan bahwa anak itu lebih dekat dengan ibunya, dibanding dengan ayahnya.

Menurut Ismi, pada kasus ini tidak bisa disamaratakan. Anak sebenarnya bisa saja dekat dengan kedua orang tuanya, bahkan lebih dekat dengan ayahnya. Bergantung bagaimana cara orang tua menerapkan pola asuh. “Bahkan ada loh anak yang lebih dekat dengan ayahnya. Ini juga bergantung dari masing-masing karakter orang,” imbuhnya.

Hal penting yang harus dipahami orang tua adalah ketika anak memasuki lingkungan sosial, maka pengaruh yang diterimanya juga semakin besar. Oleh karenanya, pola asuh untuk menumbuhkan karakter, moral dan sikap yang baik pada anak itu dibentuk sejak anak lahir. Sekalipun kedua orang tua bekerja, bukan menjadi alasan sepenuhnya menitipkan pengasuhan pada pengasuh. “Sekalipun kedua orang tua bekerja, bukan berarti pola asuh sepenuhnya diserahkan kepada pengasuh. Nanti anak akan tumbuh dan mencontoh pribadi pengasuhnya, bukan dari orang tuanya,” ujar Ismi mengingatkan. **
 

 

Berita Terkait