Penyelundupan 17 Calon TKI Digagalkan

Penyelundupan 17 Calon TKI Digagalkan

  Selasa, 23 January 2018 09:38

Berita Terkait

Diduga Libatkan Agen di Sarawak 

PONTIANAK - Polsek Entikong mengamankan 17 calon tenaga kerja Indonesia (TKI) nonprosedural melalui jalur tikus di Entikong menuju Malaysia. Mereka yang mayoritas berasal dari Bandung, Jawa Barat itu diamankan Polsek Entikong saat melintasi jalan tikus ke Sarawak, Malaysia, Jumat (19/1) dini hari. 

"Sebagian besar dari mereka berasal dari Bandung, Jawa Barat. Satu dari Kupang dan dua lainnya dari Sulawesi," ujar Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, kemarin.

Didi menjelaskan, 17 calon TKI ini dibawa dari Pontianak menggunakan jasa angkutan antar jemput (travel). Sesampainya di Entikong, mereka diarahkan ke Sarawak melalui jalan tikus di Jalan Patoka yang menghubungkan Dusun Entikong Benuan, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, dengan Kampung Entubuh, Sarawak, Malaysia.

Selain mengamankan 17 calon TKI, pihaknya juga mengamankan dua orang yang diduga sebagai penyalur. Kedua orang berinisial SI alias Jojo dan AN ini diduga bekerjasama dengan penyalur tenaga kerja di Malaysia.

Dari keterangan keduanya, biaya pengiriman semua calon TKI itu ditanggung oleh agen yang berada di Malaysia.  "Dari keterangan sementara kedua tersangka, agen di Malaysia itu inisialnya C. Kami masih mengembangkan keterangan kedua tersangka untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain," lanjutnya.

Jenderal bintang dua ini menegaskan, kepolisian akan terus mengintensifkan pengawasan dan pengamanan di jalur perbatasan. "Di sana pengamanan perbatasan oleh TNI sudah ada dan dari kepolisian mem-backup dengan patroli jarak jauh dan pembentukan jaringan informasi. Sehingga diharapkan setiap upaya illegal trading maupun people smuggling dapat kami antisipasi dan lakukan law enforcement," katanya.

Menyikapi hal ini Kapolda Kalbar bersama-sama Penjabat Gubernur Kalbar, langsung melakukan pengecekan wilayah perbatasan. Tujuanya, untuk mencari tahu soal kondisi perbatasan, termasuk soal keluar masuknya TKI ke Malaysia. 

"Tingkatkan terus pengawasan terhadap orang maupun barang yang melewati PLBN maupun jalur-jalur tikus di sepanjang perbatasan," tegasnya. 

Ia mengatakan, dirinya tidak main-main menindak tindak kejahatan apapun di wilayahnya tanpa tebang pilih. Sebab, mantan Waka Polda Kepulauan Riau itu menginginkan zero ilegal dan zero tolerance benar-benar dapat terwujud.

"Ini tentunya demi untuk kebaikan kita bersama. Dan ini menjadi kebanggaan Kalbar dengan semboyan Polda Kalbar Berkibar," katanya.

Untuk itu, Kapolda memastikan bahwa segala sesuatu harus sesuai prosedur yang berlaku. Karena pepatah mengatakan; Kalau Bersih Kenapa Harus Risih.

"Pastikan semua harus sesuai dengan prosedur, untuk menuju ke zero illegal," lanjutnya.

Untuk diketahui, Kalimantan Barat, memiliki 5 perbatasan. Diantaranya adalah Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang, Aruk-Sajingan Besar di Kabupaten Sambas, Entikong di Kabupaten Sanggau, Senaning di Kabupaten Sintang, dan Badau di Kabupaten Kapuas Hulu. (arf) 

Berita Terkait