Penyebar Hoaks Jokowi Anak PKI Terciduk

Penyebar Hoaks Jokowi Anak PKI Terciduk

  Sabtu, 13 April 2019 10:12

Berita Terkait

SS Mengaku Sakit Hati ke Pendukung Capres 01

PONTIANAK – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar melalui Tim Sibernya mengamankan seorang emak-emak berinisial SS, Kamis (11/4) di Jalan Alianyang, Pontianak. Perempuan berusia 51 tahun tersebut diciduk setelah mem-posting berita hoaks atau bohong terkait silsilah Presiden RI, Joko Widodo. 

Menurut Direktur Reskrimsus Polda Kalbar, Kombes Pol Mahyudi Nazriansyah, penangkapan ini diawali saat tim siber Ditreskrimsus Polda Kalbar melakukan patroli media sosial Facebook. Tim menemukan sebuah akun yang diyakini milik pelaku SS yang menyebarkan berita hoaks dengan menyebut ibu kandung Presiden Joko Widodo adalah seorang aktivis Gerwani (Gerakan Wanita Komunis PKI Indonesia). 

Tak hanya itu, SS juga menyebarkan hoaks dengan mengatakan ayah Presiden Joko Widodo berasal dari negara komunis Tiongkok atau China.  “Benar, tim siber Ditreskrimsus Polda Kalbar telah mengamankan seorang wanita berinisial SS,” ujar Mahyudi saat dikonfirmasi, Jumat (12/4).

Mahyudi melanjutkan, setelah mendapati akun penebar hoaks tersebut, pihaknya langsung melakukan tracking atau pencarian melalui jejak digital untuk mengetahui keberadaan pelaku. Dari penelusuran itu, tim kemudian mendapati informasi bahwa pelaku berada di lokasi Jalan Alianyang Pontianak. Tim pun langsung diterjunkan ke lokasi dan selanjutnya menangkap pelaku SS.

“Saat kita bekuk, pelaku SS beserta barang bukti berupa sebuah smartphone yang digunakannya untuk menebar isu hoaks kita amankan dan kita bawa ke Mapolda Kalbar guna pengusutan lebih lanjut,” paparnya.

Setelah dilakukan interogasi awal, kata Mahyudi, pelaku mengakui perbuatannya. Ia juga mengungkapkan bahwa motifnya melakukan perbuatan tersebut adalah karena sakit hati kepada kubu pendukung Jokowi (sapaan akrab Joko Widodo). 

Sakit hatinya itu muncul dikarenakan pendukung Jokowi terus-menerus menyerang melalui kiriman yang menjelek-jelekkan Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. Oleh karena itu, SS yang merasa kesal langsung mengunggah berbagai postingan terkait silsilah orang tua Jokowi sebagai wujud balas dendam.

 “Untuk sementara pelaku masih kita lakukan pengusutan lebih dalam di Mapolda Kalbar. Kita masih akan lakukan pemeriksaan dan melengkapi berkas-berkas termasuk meminta keterangan saksi ahli,” lanjut Mahyudi.

Atas perbuatannya ini, timpal Mahyudi, pelaku terancam dijerat dengan pasal 45A ayat (1) Jo pasal 28 ayat (1) Undang–Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang–Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak 1.000.000.000.

“Kita masih akan usut, kalau yang bersangkutan terbukti bersalah, bisa dihukum dengan kurungan penjara paling lama enam tahun dan denda maksimal 1 miliar rupiah,” tutupnya. (sig)

Berita Terkait