Penyaluran Bantuan Pembaca Pontianak Post untuk Korban Gempa di Sulteng

Penyaluran Bantuan Pembaca Pontianak Post untuk Korban Gempa di Sulteng

  Rabu, 20 March 2019 09:53
TANAMAN SAYUR : Para petani di Kabupaten Sigi mulai memanfaatkan lahan setelah diberi bantuan sumur dilengkapi mesin Alkon dari Pembaca Pontianak Post, Yayasan Bhakti Suci dan Dompet Ummat. Moh Salam /Radar Sulteng

Lahan Petani Tak Lagi Terbengkalai, Tanaman Mulai Menghijau 

 

Bantuan untuk korban gempa yang berasal dari pembaca Pontianak Post, Yayasan Bhakti Suci dan Dompet Ummat telah diserahkan bertahap sejak Januari 2019 lalu. Ada enam kelompok tani di Desa Sidera, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah yang mendapatkan bantuan berupa sumur pompa. Para petani sudah merasakan manfaat dari bantuan tersebut. Tanaman mereka kini telah menghijau dan sedang menunggu panen. 

----

''BAPAK  bisa lihat tanaman sayur saya mulai menghijau. Proses pembuatan lahan hingga sayur bisa dipanen minimal butuh waktu dua bulan,'' kata Siswanto, salah seorang petani penerima bantuan, kemarin. 

Menurutnya, kondisi tanah bekas bencana gempa bumi berbeda dengan kondisi sebelumnya. Saat ini kondisi tanah lebih tandus dan terbelah-belah. Akibatnya, upaya penyiapan lahannya yang seluas setengah hektare itu perlu waktu cukup lama. Penyiraman lahan pun harus dilakukan berulang-ulang agar proses penggemburan tanah lebih mudah. 

''Butuh waktu untuk meratakan tanah bergelombang dan terbelah belah. Demikian juga airnya harus banyak dan lama. Setelah lahan siap baru bisa ditanami,'' jelas Sis -demikian biasa rekannya memanggil. Keberadaan sumur pompa dinilai sangat membantu mereka.

Ada berbagai jenis tanaman yang sekarang sudah ditanam para petani, antara lain kemangi, seledri, kangkung, bayam, tomat dan terong. Ada juga yang bertanam bunga kol. ''Yang lagi bagus harga di pasaran adalah daun sop (seledri),'' ungkapnya.

 Sesuai data Radar Sulteng (Grup Pontianak Post), ada enam kelompok petani yang mendapatkan bantuan sumur dilengkapi mesin Alkon dari pembaca Pontianak Post, Yayasan Bhakti Suci dan Dompet Ummat. Masing-masing kelompok minimal beranggotakan empat orang. 

Penerima bantuan tahap pertama adalah Kelompok Agus dan Sutris. Tahap kedua Kelompok Anwar dan Suwandi. Sedangkan tahap ketiga adalah Kelompok Ahmad Mubaitul Fuadi dan Bandri. Program bantuan pembuatan sumur pompa yang diprakarsai pembaca Pontianak Post ini dinilai tepat oleh para petani. 

Pasalnya, mereka sudah cukup lama menunggu solusi dari pemerintah. Berbulan-bulan para petani bertahan hidup di tenda pengungsian. Ada juga yang tinggal di sisa puing-puing rumah yang masih bisa dimanfaatkan. Sebagian dari mereka terpaksa beralih profesi menjadi buruh bangunan. Hal itu karena lahan pertanian mereka tak bisa lagi dimanfaatkan.

 ''Sekarang ada solusi dibuatkan sumur, kami para petani sangat berterimakasih. Insya Allah hasil panen bisa mencukupi kebutuhan,'' aku Anwar alias Noa diamini Suwandi petani asal Dusun 2, Kecamatan Biromaru.

Agus dan Sutris, petani asal Mbodi juga menyebutkan saat ini tanaman sayur-mayur harganya sedang bagus di pasaran. Apa saja yang ditanam petani dapat terserap dengan baik oleh pasar. 

''Mulai tanaman  jagung, cabe, tomat dan sayur- mayur (kangkung dan bayam), sampai daun sop harganya bagus di pasar. Yang jelas, tanaman palawija yang bisa ditanam dengan terbatasnya air,'' sebutnya.

Sebelumnya, Khairul Rahman perwakilan manajemen Pontianak Post mengatakan, keputusan untuk menyalurkan bantuan dalam bentuk pembuatan sumur pompa (Alkon) diambil setelah dilakukan survei langsung ke wilayah Kabupaten Sigi. Pasca gempa, lahan pertanian di kabupaten tersebut berubah menjadi lahan tidur akibat kekeringan. 

Satu-satunya sumber air hanya dari Irigasi Gumbasa. Fasilitas itu tidak lagi berfungsi karena rusak berat akibat dihantam gempa. Sepanjang jaringan irigasi terbelah-belah dan diperkirakan upaya perbaikannya membutuhkan waktu yang lama. 

''Atas usul dan masukan para petani akhirnya pembuatan sumur pompa dilakukan agar para petani bisa menggarap kembali lahan miliknya,'' demikian ungkap Khairul saat ditemui di Palu beberapa waktu lalu.(slm)