Pentingnya Business Plan

Pentingnya Business Plan

  Senin, 26 September 2016 11:08

Berita Terkait

Melakukan perencanaan bisnis atau business plan  menjadi hal penting ketika akan memulai suatu usaha. Sebab, kemungkinan menjadi gagal sangat besar, apabila tidak ada perencanaan yang baik. Apalagi jika usaha yang dirintis memiliki banyak kompetitor. 

Oleh : Marsita Riandini

Ketika seseorang atau sekelompok orang hendak membangun sebuah bisnis, seringkali ada beberapa hal yang menjadi bahan pertimbangan. Profit menjadi salah satu pertimbangan utama. Tentu saja yang diharapkan saat bisnis berjalan adalah menghasilkan keuntungan. Pertimbangan lainnya adalah mempertahankan keuntungan.

Dr. Helma Malini, MM mengatakan perencanaan sebaiknya dilakukan sebelum memulai bisnis atau usahanya. Ini juga akan mempengaruhi keberlangsungan usaha tersebut,  baik dalam jangka panjang ataupun jangka pendek. 

“Rencana bisnis tersebut harus dibuat dengan baik, dipikirkan dengan matang sehingga akan berpotensi meningkatkan keberhasilan usaha yang akan dijalani,”  jelas Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura ini. 

Perencanaan bisnis tidak dipengaruhi oleh besar kecilnya usaha. Sekecil apapun usaha, tetap saja harus ada pertimbangan dan perencanaan dalam memulainya. Perencanaan ini bukan sekadar dalam pikiran atau diucapkan saja, melainkan harus dibuat dalam bentuk tertulis. Ini akan menjadi panduan dalam menjalankan usaha.

Namun kenyataannya banyak orang yang gagal dalam membuat perencanaan bisnis. Helma menyarankan jika memungkinkan, tak ada salahnya untuk menggunakan jasa konsultan. Tetapi harus disesuaikan dengan usaha yang akan dirintis, karena memerlukan pengeluaran tambahan guna membayar jasa konsultan tersebut. Jika tidak memungkinkan untuk menggunakan jasa konsultan, bisa mempelajari lebih mendalam tentang bisnis atau usaha yang akan digeluti. 

Menurut Helma, sebaiknya dilakukan Studi Kelayakan Bisnis (SKB). Apalagi jika usaha yang dirintis membutuhkan modal yang cukup besar dan melibatkan investor di dalamnya. Diperlukan juga pertimbangan yang benar-benar matang karena kondisi perekonomian akan datang tidak bisa ditebak. 

“Studi kelayakan bisnis merupakan salah satu upaya seseorang dalam melihat apakah bisnis yang akan dijalankan nanti itu layak atau tidak. Jangan sampai bisnis yang dijalani itu tidak punya hasil, akhirnya modal habis begitu saja,” jelasnya. 

Ada berbagai aspek dalam studi kelayakan bisnis. Diantaranya tingkat keuntungan yang bakal diperoleh, kemungkinan keberlanjutan usaha, serta pangsa pasar yang menjadi target. Hal-hal tersebut dalam digunakan untuk mengambil keputusan apakah suatu proyek atau bisnis dapat dikerjakan, ditunda, ataupun tidak dijalankan. “Seseorang harus memahami lokasi usahanya. Lokasi itu tidak hanya berbicara tempat saja, tetapi juga pangsa pasarnya, Kemungkinan kelanjutan usaha harus dipertimbangkan. Jangan sampai usaha hanya berjalan tiga bulan saja. Ini yang harus dipikirkan,” ungkap Helma. 

Studi kelayakan bisnis merupakan penelitian yang sangat penting untuk dilakukan sebelum seseorang atau sekelompok orang memulai sebuah usaha. Hal ini juga bermaksud untuk menghindari resiko kerugian, memudahkan perencanaan bisnis, pelaksanaan bsnis, hingga pengendalian dan pengawasan. **

Hal-Hal yang Dilakukan dalam Perencanaan Bisnis

Dalam perencanaan bisnis, ada beberapa hal yang disarankan Helma Malini yang bisa Anda lakukan. Diantaranya :

*Deskripsi usaha
Anda harus memahami seluk beluk usaha yang akan dijalani. Deskripsi usaha ini bisa dari bentuk usaha yang Anda kelola ataupun produk atau jasa yang Anda tawarkan. Selain itu, deskripsi ini juga menguraikan gambaran harga produk atau jasa, biaya operasional, target bisnis hingga sistem kerja yang berlaku pada usaha yang Anda kelola.

*Analisa Kompetitor
Setelah Anda selesai menyusun deskripsi usaha Anda, lakukan analisa sederhana tentang persaingan bisnis yang Anda kelola. Ini untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan pesaing bisnis Anda. Tentukan pula apakah Anda ingin menjadi Market Leader (pemimpin pasar), Market Challenger (penantang pasar ), Market Follower (pengikut pasar), atau Market Nicher. Jika ingin menjadi leader, harus ada sesuatu yang baru dan berbeda dari yang sudah ada. Biasanya pemimpin pasar ini adalah bisnis atau usaha yang sudah berkembang pesat dan memiliki nama. Sementara untuk yang menjadi penantang pasar biasanya berada di bawah pengusaha yang sudah menjadi pemimpin pasar. Misalnya si pemimpin pasar jualan goreng pisang coklat, dia pun menjual produk yang sama. Jika ingin menjadi pengikut maka berusaha menempatkan posisi sejajar dengan yang lainnya. Contohnya hanya menjual goreng pisang saja. Sementara untuk si market nicher adalah mencari segmen terkecil, maka dia harus bisa mencari celah apakah dia masih bisa mendapatkan profit dari usaha yang akan dirintisnya itu. 

*Strategi Pemasaran yang Tepat
Strategi pemasaran yang tepat harus bisa menyesuaikan dengan produk atau jasa yang ingin ditawarkan. Buatlah semenarik mungkin. Jika menggunakan media sosial, maka pastikan konsumen yang menjadi target itu benar-benar ada bukan pembeli bayangan. Pembeli bayangan artinya anggapan bahwa sudah pasti ada yang membeli tetapi tidak tahu berapa orang, dan dari mana saja pembeli tersebut. Sebaiknya prediksi pangsa pasar dari produk atau jasa tersebut. Contohnya ketika ingin menjual goreng pisang, prediksikan orang dari mana saja yang menjadi target, apakah penduduk sekitar, berapa jumlah pisang yang laku terjual dalam setiap malamnya. 

*Menyusun Laporan Keuangan
Buatlah laporan keuangan baik yang dikeluarkan maupun pemasukannya. Misalnya dalam penjualan goreng pisang, asumsikan pula pada produksi ke berapa akan menutupi modal, hingga bernilai profit. 

*Menjaga kualitas produk dan jasa
Terus meneruslah memperbaiki kualitas produk dan jasa. Jangan cepat puas pada hasil awal, sebab ini akan menjadi tantangan untuk mempertahankan dan meningkatkannya agar usaha yang dijalani tetap berlanjut. Biasakan menerima saran dari konsumen. (mrd)

Berita Terkait