Penjualan Rumah Subsidi Naik Tipis

Penjualan Rumah Subsidi Naik Tipis

  Selasa, 22 January 2019 10:14

Berita Terkait

PONTIANAK – Ketua Asosiasi Perumahan Seluruh Indonesia (Apersi) Kalbar, Khairiana, menyebut ada kenaikan penjulan rumah bersubsidi di Kalimantan Barat di tahun 2018 dibandingkan dengan tahun 2017. 

Namun kenaikan tersebut, belum terlalu signifikan. “Secara umum, penjualan untuk tahun 2018 meningkat tapi tidak terlalu signifikan,” ungkapnya, kemarin.

Dia menyebut, sejumlah pengembang di bawah asosiasi yang dipimpinnya itu, memang mencatat ada kenaikan penjualan rumah bersubsidi. Namun, tidak sedikit pula, pengembang yang mengalami kemandekan usaha. Hal ini pun menurutnya memang suatu anomali. “Kalau teman-teman lain (penjualannya) ada yang tidak menggembirakan. Saya kurang tahu karena faktor apa, padahal ada juga yang lokasinya bagus,” katanya.

Untuk lokasi sendiri, di Kota Pontainak, kata dia, daerah-daerah pinggiran kota masih menjadi favorit. Konsumen cenderung mencari rumah yang berada di pinggiran kota. Jika pun tidak, sebutnya, mereka mencari lokasi yang ada di sekitar Kota seperti Sungai Raya Dalam, Kakap, maupun Kuala Dua.

Meski mengalami kenaikan, penjualan rumah bersubsidi di tahun 2018 itu, kata dia, sebetulnya dapat mencatatkan angka yang lebih besar lagi. Sejumlah hambatan diakuinya membuat konsumen menunda pembelian hunian. Beberapa persyaratan yang telah diatur oleh pemerintah, dikatakannya kadang berbenturan dengan keinginan masyarakat untuk memiliki rumah.

“Misalnya soal catatan kredit macet. Jika sebelumnya debitur pernah mencatatkan kredit macet, kadang bank belum bisa meloloskan. Termasuk kalau menurut pertimbangan bank, gaji si calon pembeli tidak memenuhi kriteria, mereka juga tidak akan meloloskan ,” katanya.

Jika debitur terkendal dengan beberapa hal tersebut, lanjut dia,  kadang mereka harus menambah uang DP.  Terkadang hal ini yang membuat konsumen menjadi sulit untuk mengajukan kredit perumahan.

Dari sisi pengembang, pihaknya mengakui juga kerap menemui terkendala dengan sejumlah persyaratan. Apalagi di tahun ini, ada rencana kenaikan harga rumah bersubsidi. Karena itu, pemerintah lebih mempertimbangkan persyaratan-persyartan yang harus dipenuhi oleh pengembang maupun debitur. “Saya berharap persyaratan untuk pengembang maupun debitur tidak terlalu dipersulit.” Pungkasnya. (sti)

Berita Terkait