Penjual Telur Penyu Ditangkap

Penjual Telur Penyu Ditangkap

  Senin, 26 September 2016 09:30
TELUR PENYU: Tim Buser TSL SPORC Balai Gakkum Pontianak bekerja sama dengan Tim Pengawas Peredaran TSL (Polhut) BKSDA Kalimantan Barat mengamankan seorang penjual telur penyu di Jalan Komyos Sudarso, Pontianak Barat. BKSDA KALBAR FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Undang Undang tentang Sumber Daya Alam Hayati dan Ekositemnya tak cukup ampuh untuk menghentikan perdagangan satwa dilindungi. Terbukti masih banyak warga yang memperdagangkan telur penyu secara ilegal. 

Dalam satu minggu terakhir, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar melalui  Tim Buser TSL SPORC Balai Gakkum Pontianak bekerja sama dengan Tim Pengawas Peredaran TSL (Polhut) BKSDA Kalimantan Barat mengamankan seorang pelaku penjual telur penyu secara terbuka di Jalan Kom Yos Sudarso Gang. Mengkudu, Pontianak Barat

Pelaku berinisil RPH yang juga merupakan warga Jalan Kom. Yos Sudarso Gang Mengkudu Kelurahan. Sungsi Jawi Luar Kecamatan Pontianak Barat ini ditangkap pada saat sedang berjualan telur penyu di tepi Jalan Kom. Yos Sudarso Gang Mengkudu. 

Dari tangan pelaku didapati barang bukti berupa telur penyu sebanyak 125 butir, satu buah nampan seng, dua buah kursi plastik dan meja kayu yang digunakan pelaku untuk berjualan.

"Pelaku kita amankan saat sedang menunggu lapak yang berisi telur penyu," kata Kepala BKSDA Kalbar Sustyo Iriyono, kemarin.

Dikatakan Sustyo, pada saat petugas SPORC mendatangi lokasi, pelaku sempat menyembunyikan barang dagangannya. Namun dengan dengan disaksikan warga sekitar, pelaku diminta menunjukkan tempat menyembunyikan barang bukti yang tidak jauh dari tempat berjualan pelaku.

"Dari pengakuan pelaku, dia disuruh menjual telur penyu oleh saudara sepupunya bernama Eta alamat Perum 1 Jeruju, Pontianak. Sedangkam Telur Penyu berasal dari Tanjung Pinang Kepulauan Riau, dan dijual dengan harga Rp 2.500/butir," terangnya.

Menurut Sustyo, berdasarkan pengakuan pelaku, pelaku sudah dua kali menjual telur penyu, yaitu pada hari minggu, 18 September 2016 dan Sabtu, 24 September 2016, di ana petugas menangkap dan membawa pelaku.

Saat ini, pelaku sedang diperiksa oleh PPNS SPORC. Dan dikarenakan pelaku masih berusia 16 tahun, maka orang tua pelaku dihadirkan untuk selanjutnya terhadap pelaku akan dilakukan pembinaan dengan menandatangani Surat Pernyataan bermeterai yang isinya tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

Sementara untuk barang bukti sebanyak 125 telur penyu diamankan di Mako SPORC. 

"Kasus ini akan dikembangkan ke arah penyuplai telur penyu yang diduga merupakan jaringan pedagang telur penyu di Pontianak selama ini," pungkasnya. (arf)

Berita Terkait