Penjagaan Mapolres di Sejumlah Daerah Diperketat

Penjagaan Mapolres di Sejumlah Daerah Diperketat

  Selasa, 15 May 2018 10:28
PERIKSA: Seorang petugas memeriksa anak sekolah yang melewati kawasan Mapolres Kapuas Hulu. Hal ini bentuk kesiagaan berkait serangan teroris ke Mapolresta Surabaya, kemarin. Bagian lain, sejumlah masyarakat Nanga Pinoh membubuhi tanda tangan di spanduk, sebagai simpati kepada para korban teroris. MUSTAA N/AIRIN/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

#KamiTakTakutTeror

NANGA PINOH/PUTUSSIBAU-Sejumlah elemen masyarakat kota juang Kabupaten Melawi memberikan dukungan simpati kepada korban prilaku biadab teroris di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Apalagi, tak cukup di situ saja, aksi brutal para teroris di Indonesia berlanjut, dan berjarak hari, rakyat Indonesia dibuat berduka lagi dengan terjadinya aksi bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Ahad pagi. Malam harinya ledakan mengulang di Sidoarjo. Tak cukup jauh dari kejadian utama. Meski, diduga, ledakan di Sidoarjo ini lebih pada kecelakaan.

Keesokan pagi, lebih nekad. Giliran Mapolres Surabaya, Senin (14/5) sekitar pukul 08.50 wib meletup. Letupan ini pun mengakibatkan empat anggota Polri dan warga sipil terluka.

Warga Melawi pun membeber spanduk yang kemudian dibubuhi tandatangan di tiga lokasi berbeda di kota Nanga Pinoh. Rata-rata spanduk itu terpampang foto 6 anggota Polri yang gugur dan tersematkan tagar #KamiTidakTakutTeror#DukaKamiUntukPahlawan.

"Spanduk dukungan kita tempatkan dan mendapat respon positif dari mereka yang prihatin kepada korban anggota Polri dengan membubuhkan tanda tangan. Begitu juga dukungan doa mengalir dari masyarakat," ucap Kasat Lantas Polres Melawi AKP Aang Permana, Senin (14/5). 

Dia mengatakan atas perintah Kapolres Melawi, anggotanya langsung mencetak 5 spanduk. Serta tiga spanduk di tempat di tiga lokasi berbeda di Kota Nanga Pinoh. Sedangkan dua spanduk lagi disebarkan melalui Kasat Binmas di wilayah hukum Polres Melawi.

Ia menuturkan dalam insiden tindak kejahatan teroris, ada salah satu masyarakat mengucapkan duka cita yang dalam. Sekaligus bangga terhadap Polri yang telah bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Walaupun ada 6 anggota Polri menjadi korban dan terus-menerus di teror. Polisi tetap semangat untuk menindak tegas serta melenyapkan para pelaku teroris, terima kasih pak polisi," tiru Kasat Lantas Polres Melawi.

Sementara Kapolres Melawi AKBP Ahmad Fadlin menyampaikan, saya pribadi dan seluruh personil Polres Melawi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat yang telah memberikan dukungan kepada Polri.

"Terima kasih banyak atas dukungan seluruh masyarakat.  Motivasi ini menjadi semangat Polri dalam melawan kelompok terorisme," tukasnya.

Dia menghimbau kepada masyarakat jangan terprovokasi dan terpedaya oleh tindak kejahatan terorisme. Karena itu pihaknya meminta kepada masyarakat agar tidak mengupload atau share foto ataupun video korban daripada bom bunuh diri tersebut. 

"Tujuan daripada teroris yang sebenarnya adalah menebarkan ketakutan, mengkondisikan ketidakstabilan. Oleh itu jangan sebarkan foto dan video korban," pesan AKBP Ahmad Fadlin selaku Kapolres Melawi. 

Masuk Polres Diperketat 

Pasca teror bom terhadap tiga Gereja di Surabaya, Provinsi Jawa Timur, jajaran Polri sepertinya tidak kecolongan lagi. Begitu juga Polres Kapuas Hulu, mereka melakukan pengaman ketat terhadap siapa saja yang masuk ke wilayah Polres Kapuas Hulu. Polres Kapuas Hulu pun menetapkan siaga satu dalam mengantisipasi terjadi bom bunuh diri diwilayahnya.

Tak biasanya Polres Kapuas Hulu menempatkan 3-4 anggotanya di pintu gerbang masuk. Anggota polisi dengan bersenjata lengkap tersebut tampak memeriksa satu-persatu setiap masyarakat Kapuas Hulu yang masuk ke wilayah Polres Kapuas Hulu. Ternyata pengamanan ketat yang dilakukan ini karena dampak dari terjadinya teror bom yang terjadi di Surabaya Jawa Timur beberapa waktu yang lalu. 

Kompol Raden Ricky Wakapolres Kapuas Hulu mengatakan pasca teror bom di Surabaya tersebut, pihaknya telah melaksanakan langkah-langkah seperti siaga satu hingga pencabutan perintah.

"Kami sudah perintahkan seluruh Polsek-polsek yang ada di Kapuas Hulu, untuk melakukan patroli ke gereja-gereja, serta memonitor giat dari masyarakat yang sedang laksanakan ibadah," katanya, Senin (14/5).  

Wakapolres mengatakan, pihaknya telah meningkatkan kewaspadaan anggota terhadap aksi terorisme yang bisa terjadi dimana saja, tanpa mengenal waktu dan tempat.

"Kita juga meningkatkan eskalasi pengamanan terhadap semua Mako, yang ada di Polres dan Polsek jajaran," ucapnya. Selain itu kata Raden, pihaknya melaksanakan SOP pengamanan terhadap gereja atau tempat ibadah secara ketat, dengan mempertimbangkan keselamatan dan keamanan masyarakat. "Pastinya kami tetap berkoordinasi dengan rekan-rekan TNI," ucapnya. 

Sementara itu Letkol Inf Muhammad Ibnu Subroto 1206 Putussibau mengimbau agar seluruh masyarakat Kapuas Hulu tetap tenang dan melakukan aktivitas seperti biasa."Masyarakat Bumi Uncak Kapuas juga diminta tetap waspada dengan orang-orang yang tidak dikenal ataupun yang mencurigakan. Segera laporkan kepada aparat keamanan, jika ada gerak-gerik seseorang yang mencurigakan," ujarnya. 

Ibnu menjelaskan, pihaknya telah melakukan peningkatkan pengamanan diwilayah Bumi Uncak Kapuas. Sebab langkah-langkah yang diambil sesuai perintah dari Pangdam XII Tanjungpura. “Kita telah meningkatkan pengamanan di tempat-tempat ibadah khususnya gereja-gereja, dengan melaksanakan patroli dan penjagaan. Serta selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian maupun pihak terkait," pungkasnya.(aan/airin)

Berita Terkait