Pengusaha Bali akan Revitalisasi Kota Pelabuhan Tua Ampenan

Pengusaha Bali akan Revitalisasi Kota Pelabuhan Tua Ampenan

  Minggu, 12 June 2016 14:50

Berita Terkait

SEORANG pengusaha asal Bali berniat merevitalisasi Ampenan, kota tua era Hindia-Belanda di Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan membangun dermaga kapal pesiar dan yacht.

"Pengusaha kapal pesiar asal Bali itu menyatakan kesanggupan membangun pelabuhan wisata," ujar Ahyar Abduh, walikota Mataram. "Rencananya, pembangunan dermaga dimulai tahun ini."

Ampenan adalah kota tua dengan puluhan bangunan era Hindia-Belanda. Kota pesisir ini adalah pemilik pelabuhan pertama di Lombok.

Antara 1948-1950, Ampenan adalah pelabuhan sibuk. Setelah Belanda angkat kaki dari Indonesia, Ampenan mengalami kemunduran.

Bangunan-bangunan tua tak terawat, karena pemiliknya tak lagi menjadikannya tempat usaha. Beberapa bangunan berarsitektur kolonial terus dimakan usia, dan terancam ambruk.

Ahyar mengatakan pengusaha asal Bali itu tergoda membangunan dermaga Ampenan, karena banyak wisman kapal pesiar meminta berkunjung ke kota tua itu. Ampenan dinilai sebagai titik yang pas untuk menyeberang ke Bali.

Dari Karang Asem ke Ampenan hanya butuh satu jam. Jika nyeberang dari Padang Bae ke Lembar, butuh lima jam. "Wisman awal Eropa yang kerap meminta mampir ke Ampenan," kata Ahyar. "Itulah yang membuat pengusaha Bali tergoda untuk menanamkan modalnya."

Ahyar mengatakan Pemkot Mataram mendukung rencana ini, dengan membangun lahan parkir, ruang tunggu pelabuhan, ketersediaan air bersih, dan pusat informasi transformasi.**

Berita Terkait