Pengelola Perpustakaan Ikut Bimtek

Pengelola Perpustakaan Ikut Bimtek

  Rabu, 30 March 2016 09:57
PESERTA: Sekda Mochrizal didampingi Kepala BPKD Kalimantan Barat, Ignasius dan Kepala Kantor Pusarda Mempawah, Johana Sari Margiani mengalungkan tanda peserta. WAHYU/PONTIANAK POST

Berita Terkait

MEMPAWAH– Meningkatkan mutu dan kualitas pengelola perpustakaan, Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Mempawah melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) pengelola perpustakaan sekolah, Selasa (29/3), di Wisma Chandramidi Mempawah.

Bimtek yang berlangsung selama dua hari itu diikuti 30 pengelola perpustakaan SD, SMP, dan SMU se-Kabupaten Mempawah.

“Perpustakaan mempunyai fungsi dan peranan yang strategis. Yakni sebagai sentra pelayanan informasi masyarakat dan penyangga dunia pendidikan. Sekaligus menjadi sumber pembelajaran sepanjang hayat,” pendapat Sekretaris Daerah (Sekda),

Mochrizal ketika membuka kegiatan bimtek. Mochrizal menegaskan, setiap sekolah harus mampu menerapkan penyelenggaraan perpustakaan yang sesuai dengan standar nasional. Sebab, para siswa sangat membutuhkan buku-buku sebagai sumber ilmu guna menyokong pendidikan yang didapatnya dari para guru.

“Tidak hanya bermanfaat bagi siswa, guru juga dapat memperkaya wawasan dan ilmunya melalui buku-buku yang tersedia di perpustakaan. Makanya, peran perpustakaan sekolah sangat vital,” tegasnya.

Karenanya, Mocrizal menilai  kegiatan bimtek pengelolaan perpustakaan sekolah merupakan langkah penting untuk meningkatkan mutu dan kualitas perpustakaan itu sendiri. Keberhasilan perpustakaan daerah dalam melakukan pembinaan terhadap perpustakaan dibawahnya sangat membantu misi Pemerintah Kabupaten Mempawah dalam mencapai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Parameter keberhasilan pembinaan dapat dilihat dari segi pengolahan dan penataan bahan pustaka, penyediaan dan pengembangan bahan pustaka, mutu pelayanan, dan pengelolaan perpustakaan secara baik,” tuturnya.

Apalagi, timpal Mochrizal, sebagaimana ketentuan Permendiknas Nomor 25 Tahun 2008, setiap perpustakaan sekolah atau madrasah memiliki sekurang-kurangnya satu tenaga perpustakaan yang bersertifikat kompetensi dari lembaga yang ditetapkan pemerintah.

“Maka itu perlu dilaksanakan penguatan seluruh jaringan perpustakaan dari berbagai

jenis perpustakaan yang ada di Kabupaten Mempawah,” sebutnya.

Sementara itu,  Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Mempawah, Johana Sari Margiani mengungkapkan, materi yang diberikan dalam bimtek meliputi manajemen administrasi perpustakaan sekolah, klasifikasi, katalogisasi, pelayanan perpustakaan, dan praktik pengolahan bahan pustaka sebagai dasar penyelenggaraan perpustakaan sekolah menurut ketentuan yang berlaku.

 “Narasumber pada bimtek ini merupakan para ahli yang berkompeten di bidang perpustakaan, meliputi unsur pejabat struktural dan fungsional pustakawan dari Badan Perpustakaan, Kearsipan dan Dokumentasi Provinsi Kalimantan Barat,” terangnya. (wah)

Berita Terkait