Penduduk Miskin Masih Tinggi

Penduduk Miskin Masih Tinggi

  Jumat, 26 April 2019 10:36
SEGELAS KOPI: Dua warga menikmati minuman kopi di sebuah warung yang berada di Jalan HOS Cokroaminoto. Sudah menjadi kebiasaan bila sebelum beraktivitas warga di Pontianak menikmati kopi terlebih dahulu.

Berita Terkait

PONTIANAK - Kabupaten Melawi memiliki angka kemiskinan tertinggi jika dilihat dari posisi relatif tingkat kemiskinan kabupaten/kota se-Kalbar tahun 2018. Sementara daerah yang tingkat kemiskinannya paling rendah adalah Kabupaten Sanggau. 

Data tersebut diungkapkan, Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan saat memimpin rapat koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Kalbar tahun 2019, Rabu (24/4). 

Lebih lanjut dijelaskannya, sebagai yang tertinggi, Kabupaten Melawi memiliki penduduk miskin sebesar 12,83 persen. Sementara Kabupaten Sanggau yang paling rendah memiliki penduduk miskin sebesar 4,67 persen. 

"Bila diperhatikan perkembangan angka kemiskinan 2018 dari masing-masing kabupaten/kota se-Kalbar, akan terlihat bahwa masih ada lima Kabupaten yang berada di atas rata-rata nasional sebesar 9,66 persen," katanya. Adapun kelima daerah tersebut diantaranya Kabupaten Melawi, Landak, Ketapang, Sintang, dan Kayong Utara. 

Sementara jika melihat pertumbuhan ekonomi di Kalbar sejak tahun 2018 dikatakan berada pada angka 5,06 persen. Sedangkan angka kemiskinan pada September 2018 rata-rata sebesar 7,37 persen. Masih di bawah angka kemiskinan nasional di angka 9,66 persen. 

Adapun jumlah penduduk miskin di provinsi ini tercatat ada sebanyak 369.730 jiwa. Yang jika dibandingkan dengan kondisi pada Maret 2018, angka kemiskinan Kalbar mengalami penurunan sebesar 0,40 persen. Sejalan dengan hal tersebut, penduduk miskin Kalbar juga mengalami penurunan dari 387.080 jiwa pada Maret 2018 menjadi 369.730 jiwa pada September 2018. 

"Yang berarti penduduk miskin di Kalbar berkurang sebanyak 17.350 orang," jelasnya.  

Merujuk pada RPJMD tahun 2019-2023, Pemprov Kalbar menargetkan pengurangan presentase penduduk miskin hingga 6,92 persen pada 2019. Yakni dari starting point di tahun 2018 sebesar 7,37 persen. "Kami harapkan Pemprov Kalbar dapat menurunkan angka kemiskinan hingga lima persen pada tahun 2023," harapnya.

Selain itu, mantan Bupati Mempawah itu juga menyampaikan apresiasi kepada kabupaten/kota yang sejak tahun 2017 hingga 2018, telah dapat menurunkan jumlah penduduk miskin di derahnya. Semua daerah menurutnya harus terus berpacu memperbaiki kondisi yang ada. 

Terdapat delapan isu strategis daerah yang menurutnya menjadi tantangan ke depan. Yakni masih rendahnya kualitas dan daya saing SDM, regulasi, birokrasi dan juga tata kelola pemerintahan. 

Kemudian menurunnya daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup. Minimnya ketersediaan sarana dan prasarana transportasi serta akses infrastruktur dasar. Masih rendahnya kesejahteraan penduduk. 

Lalu masih terjadinya kesenjangan ekonomi di masyarakat dan belum adanya keterpaduan rencana sektor dengan rencana tata ruang. Termasuk juga masalah keberagaman penduduk di Kalbar yang masih rentan akan konflik-konflik sosial. 

"Berdasarkan isu strategis tersebut, pemerintah pada lima tahun ke depan akan membagi arah kebijakan menjadi lima tahapan," pungkasnya.(bar/r)

Berita Terkait