Pendatang Baru Gusur Petahana

Pendatang Baru Gusur Petahana

  Kamis, 9 May 2019 09:13

PONTIANAK – Kursi anggota DPR RI asal Kalimantan Barat diprediksi akan didominasi wajah-wajah baru. Berdasarkan data yang dihimpun Pontianak Post, dari dua belas kursi yang tersedia, diprediksi tujuh kursi akan diisi orang-orang baru. Yakni, Cornelis (PDIP), Alexius Akim (PDIP), Krisantus Kurniawan (PDIP), Adrianus Asia Sidot (Golkar), Yessy Melania (Nasdem), Alifudin (PKS), dan Boyman Harun (PAN). Artinya, hanya ada lima caleg petahana yang diprediksi bakal kembali melenggang ke Senayan. Mereka adalah Daniel Johan (PKB), Khatarine A Oendoen (Gerindra), Lasarus (PDIP), Maman Abdurahman (Golkar), dan Sy Abdullah Alkadrie (Nasdem). (Selengkapnya lihat grafis)

Ada lima caleg petahana yang tampaknya tidak akan kembali duduk di kursi Senayan. Yakni, Erwin TPL Tobing (PDIP), Michael Jeno (PDIP), Erma Suryani Ranik (Demokrat), Sukiman (PAN), dan Firmansyah Mardanoes (PPP). 

Meski terhitung baru di parlemen, sejumlah nama yang digadang-gadang bakal mengisi kursi DPR periode 2019-2024 adalah politikus senior. Sebut saja Cornelis, mantan Gubernur Kalbar dua periode. Cornelis juga bukan baru di pemerintahan. Dia pernah menjadi Bupati Landak dan kini menjabat Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat. Nama lain, Adrianus Asia Sidot adalah tokoh yang juga sudah lama malang melintang di dunia politik. Adrianus pernah menjabat sebagai Bupati Landak pada periode periode 2008–2011 dan 2011–2016. 

Sementara itu, Krisantus Kurniawan juga cukup lama bergelut di politik. Krisantus saat ini masih menjadi anggota DPRD Provinsi Kalbar untuk periode 2014-2019. 

Nama baru yang cukup mengejutkan adalah Yessy Melania. Kiprah perempuan muda ini di dunia politik sebenarnya relatif jarang terdengar. Putri sulung Bupati Melawi, Panji, ini sejak SMA hijrah ke tanah Jawa untuk menimba ilmu. Setelah selesai kuliah Yessy lebih banyak berkecimpung di dunia perbankan. Namun, kompleksitas masalah daerah seperti tingginya angka kemiskinan, rendahnya kualitas pendidikan dan kesehatan membuatnya bertekad untuk berkecimpung di dunia politik. Yessy yang masih berusia 29 tahun ini menjabat Wakil Ketua Garda Wanita (Garnita) NasDem Melawi. Seperti kuda hitam, Yessy mampu menumbangkan calon petahana yang lebih senior. 

Sementara itu, nama Alexius Akim terbilang pendatang baru di dunia politik. Akim, demikian ia biasa disapa, cukup lama menapaki karier sebagai birokrat di pemerintahan. Jabatan terakhir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar. Usai pensiun, Akim nyemplung ke dunia politik dan menjadi caleg DPR RI dari  PDI Perjuangan. Nama Akim diprediksi lolos melenggang ke Senayan. 

Di Kalbar persaingan sembilan partai politik yang lolos ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) untuk mengirimkan wakilnya ke Senayan sebenarnya cukup ketat. PDIP bisa dibilang termasuk partai paling moncer dengan perolehan empat kursi. Meningkat dibanding pemilu 2014, yang hanya tiga kursi. Berdasarkan data Situng KPU yang diakses tadi malam, Partai berlambang Moncong Putih ini memperolah 357.519  suara di Dapil Kalbar 1. Sementara Dapil Kalbar 2, PDIP memperoleh 243.978 suara. Jika dihitung menggunakan metode Sainte Laque, PDIP meraih masing-masing dua kursi pada dapil Kalbar I dan  Dapil Kalbar II. 

Raihan ini memastikan PDIP menjadi pemenang Pileg 2019. Perolehan suara PDIP masih menempati posisi teratas dibanding partai-partai lain. Meski data sementara sudah menunjukkan keunggulan PDIP, namun partai ini menyatakan masih menunggu hasil resmi perhitungan KPU. ”Tunggu tanggal 22 Mei saja siapa-siapa nama yang masuk,” kata Martinus Sudarno, pengurus PDIP Kalbar ini.

Posisi selanjutnya ditempati Gerindra dan Nasdem, masing-masing meraih dua kursi. Sementara itu partai-partai lain cukup puas dengan perolehan masing-masing satu kursi. PKS Kalbar yang pada pemilu sebelumnya tidak memiliki wakil di Senayan, kali ini diprediksi mengirimkan satu wakilnya, yakni Alifudin. 

Partai lainnya yakni Demokrat berdasarkan data Situng KPU, terancam tidak dapat mengirimkan wakilnya ke Senayan. Partai ini menempati urutan buncit di posisi 9.  

Partai Nasdem melalui Ketua DPW Nasdem Kalbar, Syarif Abdullah Alkadrie sudah jauh-jauh hari menyatakan bahwa partainya mampu mendulang dua kursi DPR RI. ”Dari Dapil Kalbar I atas nama saya pribadi dan Dapil Kalbar II atas nama Yessy Melania, putri dari Bupati Melawi. Suaranya di Dapil Kalbar II cukup tinggi. Hitungan internal kami, Nasdem memang mendulang dua kursi Senayan (DPR RI),” ucap petahana Syarif Abdullah Alkadrie.

Berdasarkan data hasil hitung suara KPU yang diakses pada pukul 20.30 kemarin, Partai Nasdem memperoleh 101.652 suara untuk Dapil Kalbar 1. Sedangkan Dapil Kalbar 2 partai ini memperoleh 110.312 suara. Jika merujuk pada data ini, Nasdem berpotensi memperoleh dua kursi DPR RI. Yessy Maelani, putri dari Bupati Melawi mendulang suara tertinggi di internal Partai Nasdem . ”Hitungan partai Nasdem memang nama Yessy berpeluang besar melaju ke Senayan,” ucapnya.

Partai besar lain yang akan mendulang kursi DPR RI adalah Partai Golkar, Gerindra, PKB, Nasdem dan PAN. “Peluang setiap partai sekecil apapun tetap ada. Hitung-hitungannya belum selesai sampai pleno KPU tuntas,” ungkap Ireng Maulana Pengamat Politik Kalbar, lulusan Ilmu Politik IOWA Amerika Serikat. 

Khusus untuk Partai Gerindra, selain Khaterine A Oendon, ada dua nama lagi yang bersaing ketat. Yakni Junaidi Abdillah dan Yusid Toyib. Suara akhir ketiganya akan sangat ditentukan oleh pleno akhir di KKR, Landak, dan Mempawah. (den)