Pendapatan Perkapita Kayong Utara Peringkat Tujuh

Pendapatan Perkapita Kayong Utara Peringkat Tujuh

  Rabu, 21 March 2018 11:00
MUSRENBANG: Jajaran Muspida Kabupaten Kayong Utara diabadikan bersama Kepala Bappeda Kalbar Ahi usai Musrenbang RKPD Kabupaten Kayong Utara tahun 2019. HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

Musrenbang RKPD Kabupaten Kayong Utara 2019

Bupati Kayong Utara Hildi Hamid membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) RKPD Kabupaten Kayong Utara tahun 2019 di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Selasa (20/3). Pada Mursembang tersebut tampak hadir mendampingi Bupati di podium, Wakil Bupati Idrus serta Kepala Bappeda Provinsi Kalbar Ahi mewakili Pj Gubernur.

BUPATI Hildi Hamid menyampaikan bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kayong Utara jika dilihat berdasarkan sektor, maka pembentukannya yang terbesar berasal dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, yakni 31,43 persen. Ditambahkannya, sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 13,17 persen. Sektor konstruksi sebesar 10,03 persen, dan sektor industri pengolahan sebesar 9,93 persen, ditambah sektor-sektor lainnya yang kontribusinya dibawah 8 persen.

"Secara umum, pembentukan PDRB Kayong Utara tahun 2016, masih didominasi oleh sektor pertanian. Walaupun kecenderungannya mengalami penurunan. Meskipun secara kuantitatif meningkat, yakni commodity padi," sebut Hildi.

Dilanjutkannya bahwa pendapatan perkapita penduduk Kabupaten Kayong Utara tahun 2016 sebesar Rp29,39 juta, relatif lebih rendah jika dibandingkan pendapatan perkapita Provinsi Kalimantan Barat yang mencapai Rp33,22 juta, apalagi nasional yang berhenti di angka Rp48 juta.

Namun, diungkapkan Hildi, jika dibandingkan dengan pendapatan perkapita kabupaten atau kota yang ada di Provinsi Kalimantan Barat, maka pendapatan perkapita Kayong Utara berada pada posisi menengah, tepatnya berada pada urutan ke-7 dari 14 kabupaten atau kota se-Kalimantan Barat.

"Sementara itu, upaya penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Kayong Utara masih memerlukan kerja keras kita semua, di mana pada tahun 2017 tercatat tingkat kemiskinan Kayong Utara sebesar 9,89 persen. Adapun jika dibandingkan dengan tingkat kemiskinan Provinsi Kalimantan Barat yang 8,00 persen, posisi Kayong Utara relatif lebih tinggi. Namun terhadap nasional yang sebesar 10,12 persen, posisi tingkat kemiskinan Kabupaten Kayong Utara, relatif lebih rendah," papar Hildi lagi.

Dirinya juga mengutarakan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kayong Utara mengalami peningkatan, dari 60,09 pada tahun 2015, telah meningkat menjadi 60,87 pada tahun 2016.

"Di mana jika dilihat berdasarkan peringkat, IPM Kabupaten Kayong Utara merupakan yang terendah di Kalimantan Barat," tutup Hildi. (dan/humas)

Berita Terkait