Pencurian dan Penipuan Mendominasi

Pencurian dan Penipuan Mendominasi

  Selasa, 2 April 2019 08:56
RILIS TERSANGKA: Sejumlah tersangka yang terlibat kasus pencurian dan penipuan diperlihatkan ke awak media saat konfrensi pers di Mapolda Kalbar, Senin (1/4). SIGIT ADRIYANTO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Kasus Penipuan Pemasangan Listrik Jadi Atensi 

PONTIANAK—Kasus pencurian dan penipuan mendominasi kejahatan yang terjadi di Provinsi Kalimantan Barat dalam dua bulan terakhir ini. Dari dua kasus tersebut total kerugian mencapai Rp6,3 miliar.

Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono membeberkan sejumlah tindak pidana yang berhasil diungkap di sejumlah daerah di Kalbar, untuk periode mulai awal Februari hingga akhir Maret. Seperti pengungkapan pidana premanisme, kejahatan jalanan, dan penipuan yang berhasil menetapkan sebanyak 220 orang sebagai tersangka dari 173 kasus di sepanjang dua bulan tersebut.

"Dari total 173 kasus yang diungkap, 153 Kasus diantaranya adalah  pencurian 4C, yakni  Curanmor (pencurian bermotor), Cubis (pencurian biasa), Curat (pencurian berat), dan Curas (pencurian dengan kekerasan). Dan jika dijumlahkan, total kerugian dari kasus 4C tersebut  mencapai nominal Rp2,7 miliar. Sementara itu, 20 sisanya adalah kasus penipuan dengan total kerugian Rp3,6 miliar," ungkap Didi saat diwawancarai di Mapolda Kalbar, Senin (1/4).

Didi mengungkapan, dari keseluruhan kasus yang berhasil diungkap, satu kasus yang paling menonjol adalah terkait tindak pidana penipuan dengan modus pemasangan sambungan listrik baru di desa yang saat ini memang belum dialiri listrik di wilayah Kalimantan Barat, yang terjadi pada tahun 2017 lalu. Dikatakan Kapolda, pelaku untuk kasus ini berjumlah dua orang yang melakukan upaya penipuan dengan dalih pemasangan jaringan listrik baru di daerah yang saat ini belum terjamah aliran listrik, di daerah Jelimpo, Kabupaten Landak.

“Pelakunya ada dua orang yang kita amankan untuk kasus penipuan dengan modus pemasangan listrik ini. Pelaku dalam aksinya mengaku kepada masyarakat yang jadi korban dengan mengatakan ada kenalan orang di kantor PLN. Kemudian menipu masyarakat untuk memperoleh keuntungan dengan iming-iming akan memasang listrik di desa tersebut,” terangnya.

Kapolda melanjutkan, dari interogasi yang telah dilakukan kepada kedua pelaku, sampai saat ini ada 193 orang yang menjadi korban penipuan dengan modus pemasangan listrik ini. Serta total kerugian yang ditanggung masyarakat yang menjadi korban mencapai nominal kurang lebih sebesar Rp859 juta. 

Selain dengan modus punya kenalan orang PLN, kata Didi, kedua pelaku juga menjanjikan dapat membantu melakukan pemasangan sambungan baru  listrik dengan cepat dan murah. Setelah korban setuju dengan bujuk rayu kedua pelaku, kemudian keduanya meminta sejumlah uang dengan alasan pengurusan pemasangan sambungan baru. Untuk meyakinkan korban, keduanya juga berpura-pura melakukan serangkaian kegiatan survei dengan maksud meraih kepercayaan masyarakat.

"Modus pertama mereka bilang punya kenalan orang PLN, kedua mereka janjikan bisa memasang listrik dengan cepat dan murah, ketiga untuk meyakinkan masyarakat kedua pelaku berpura-pura melakukan serangkaian survei di lokasi agar korban percaya kepada mereka," jelasnya.

Lebih lanjut dalam pengungkapan kasus penipuan modus pemasangan listrik ini, Didi menuturkan ini merupakan peran dari masyarakat yang cepat merespon dengan melaporkan kepada pihak kepolisian. Berkaca dari kasus ini, Didi menekankan partisipasi masyatakat sebagai tameng untuk melakukan pengamanan mandiri di wilayah masing-masing untuk meningkatkan deteksi dini dan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan yang mungkin terjadi. 

Menanggapi kasus penipuan mengatasnamakan PLN Kalbar, Asisten Manajer Humas PLN Kalbar, Hendra sangat menyayngkan adanya oknum tak bertanggung jawab yang memakai nama PLN Kalbar untuk mengambil keuntungan pribadi. Dia menjelaskan, untuk proses pemasangan listrik di daerah yang saat ini belum terjamah listrik memerlukan tahapan. Tidak serta merta setiap permohonan yang masuk ke PLN langsung dikabulkan.

"Harus melalui prosedur, seperti mengajukan permohonan terlebih dulu. Biasanya akan disahkan oleh pejabat terkait, seperti kades, camat ,atau bupati daerah yang bersangkutan. Kemudian permohanan tersebut akan disampaikan ke PLN induk kalbar, kemudian kalau ajuan sudah diterima kantor baru akan diproses dengan melakukan survei awal," ungkap Hendra.

Hendra melanjutkan, semua permohonan tidak hanya berhenti di kantor PLN daerah, melainkan dilanjutkan untuk diproses oleh PLN pusat. Di pusat, akan disesuaikan lagi dengan anggaran yang dimiliki, apakah tersedia untuk perluasan jaringan atau tidak. Setelah itu akan dievaluasi, baru PLN pusat akan membuat draf yang akan dimasukkan listrik ke daerah yang  sudah disetuji permohonannya.

"Kalau dari pusat sudah mengatakan tersedia dan disetujui, kemudian akan diserahkan ke kantor induk PLN di wilayah, baru kemudian dilakukan survei di desa yang akan dituju," tambahnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat daerah yang saat ini belum teraliri listrik agar mengajukannya sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang seharusnya. Dan kalau masih bingung segera tanyakan ke loket PLN terdekat atau bisa mencari info di website resmi PLN atau aplikasi PLN mobile. "Bisa juga lewat call center 123, atau gerai layanan listrik di masing-masing unit langganan yang sudah PLN miliki," pungkasnya. (sig)

 

Berita Terkait