Pencanangan Germas dan HKN ke-54 di Bengkayang

Pencanangan Germas dan HKN ke-54 di Bengkayang

  Senin, 19 November 2018 09:59
SAMBUTAN: Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot MPd menyampaikan sambutan pada Pencanangan Germas di Kabupaten Bengkayang tahun 2018 dan HKN ke-54 tahun 2018 di Kantor Camat Lumar, Kabupaten Bengkayang.

Berita Terkait

Ayo Hidup Sehat, Mulai dari Kita

Bupati Apresiasi Stan Promkes-PM Dinkes Kalbar

JUMAT, 16 November 2018, Pemerintah Kabupaten Bengkayang menggelar pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54 di Kantor Camat Lumar. Seperti pada tingkat nasional, kegiatan di Bengkayang tersebut juga mengusung tema ‘Ayo Hidup Sehat. Mulai dari Kita’.

Suryatman Gidot MPd, Bupati Kabupaten Bengkayang dalam sambutannya menyampaikan, bagian kelima nawacita adalah meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, yang didukung program sektoral, yaitu Indonesia Pintar, Indonesia Kerja, dan Indonesia Sehat.

“Indonesia Sehat merupakan program utama pembangunan kesehatan. Sasarannya meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan yang didukung perlindungan finansial dan pemerataan pelayanan kesehatan,” katanya.

Presiden telah mengeluarkan Inpres No.1 tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Di mana Indonesia mengalami perubahan penyakit, transisi epidemologi pada penyakit tidak menular (PTM), seperti stroke, jantung, diabetes, dan kecatatan.

Menurut WHO, kematian akibat PTM mencapai 70 persen atau 38 juta jiwa pertahun. Data Dinkes Kalbar tahun 2017 menunjukkan angka kesakitan kematian karena jantung mencapai 16,47 persen, hipertensi 23,56 persen, dan diabetes 5,3 persen. Sementara itu data Dinkes Bengkayang menyatakan pada 2018, angka kesakitan kematian akibat hipertensi mencapai 24 persen, merokok 22,9 persen, gula darah tinggi 6,2 persen.

“Perlu ada langkah, orang mati karena rokok tinggi. Perlu dipasang di kantor-kantor jangan merokok. Sayang (jika) banyak pejabat mati (karena rokok), karena menghasilkan pejabat perlu waktu, tidak instan. Kalau perlu kita buat peraturan pejabat yang mau dilantik tidak boleh merokok. Dengan ini, jika tahun ini sampai 22 persen, tahun depan diharapkan bisa 0 persen,” papar Gidot.

Tingginya angka kematian akibat PTM lebih dikarenakan perubahan pola hidup masyarakat yang tidak aktif secara fisik, kebiasaan merokok dan minum alkohol. “Ini bahaya bagi negera, menurut saya,” ujarnya.

Pada usia 10-18 tahun ada kecenderungan masyarakat mengkonsumsi makanan olahan siap saji, tinggi gula, garam, dan lemak; sehingga menyebabkan rendahnya konsumsi buah yang menyebabkan gangguan pencernaan dan obesitas. “Hari ini saya liat ada empat nyiruk buah. Mudah-mudahan berikutnya kita banyak konsumsi buah. Makan buah ini penting, tapi jangan buah yang tidak ada di kita, tidak betul juga,” katanya.

Femi Suryatman Gidot, Ketua TP PKK Bengkayang menyampaikan, pembangunan kesehatan merupakan upaya semua komponen bangsa dengan tujuan meningkatkan kesadaran, kemauan, kehidupan, dan kemampuan hidup sehat. “Ini agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setingginya, sebagai invesgasi pembangunan sumberdaya manusia produktif secara sosial dan ekonomis,” ujarnya.

Sementara itu, kehadiran Stan Promkes PM Dinkes Kalbar mendapat apresiasi dari Bupati dan Ketua TP PKK Bengkayang. Mereka menyempatkan diri berkunjung ke stan, serta bercengkerama cukup lama dan mengkonsumsi buah yang disediakan.

Kehadiran stan Promkes PM menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat di sana. Tak sedikit masyarakat yang memanfaatkan peluang untuk selfie di stan saat berkunjung. (Promkes-PM Dinkes Kalbar)

Berita Terkait