Penanganan Tindak Pidana Narkoba Naik Signifikan

Penanganan Tindak Pidana Narkoba Naik Signifikan

  Rabu, 2 January 2019 10:31
KETERANGAN PERS: Kapolres Singkawang AKBP Raymon M Masengi beserta jajaran dalam Press Release tahun 2018 di aula barak Dalmas Polres Singkawang Senin (31/12).

Berita Terkait

SINGKAWANG - Sejumlah prestasi hingga evaluasi kinerja Polres Singkawang mewarnai dinamika tahun 2018 lalu, sehingga menjadi catatan untuk lebih baik di tahun 2019 ini.

Mulai kegiatan pembinaan, operasional, penegakan hukum hingga inovasi layanan telah dilakukan Polres Singkawang guna meningkatkan prestasi serta layanan kepada masyarakat.

Kapolres Singkawang AKBP Raymon M Masengi beserta jajaran dalam Press Release tahun 2018 di aula barak Dalmas Polres Singkawang Senin (31/12) menyampaikan pihaknya sudah berupaya maksimal guna menjalankan tugas dan fungsi masing masing.

“Ada prestasi yang sangat membanggakan sebagai buah hasil kerja bersama dengan diraihnya penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparat Negara dan Reformasi Birokrasi terkait Zona Intergitas Wilayah Bebas Korupsi dan pelayanan publik terbaik,” ungkapnya. Kedua pengharaah ini diterima Polres Singkawang di Desember 2018 ini.

Harapannya, kata dia, dengan prestasi yang diraih bisa pihaknya bisa berbuat lebih baik dengan mempersiapkan diri menuju wilayah Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). “Caranya kita akan membentuk Tim khusus dan sistem khusus, yang nantinya tergabung dan berjalan dalam aplikasi Merpati.  Merpati itu melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Itulah kira kira upaya yang akan kita lakukan,” jelasnya.

Aplikasi Merpati ini, kata dia, sudah direncanakan dan dianggarkan dan bekerja sesuai tugas dan fungsinya. Dimana tim ini akan siap memberikan layanan baik terkait pelayanan kepolisian dan layanan umum. Tim khusus Merpati tugasnya melakukan operasi sifatnya tertangkap tangan dan preventif, kerjanya pun 24 jam.

Terkait personil dan aksi tanggap terhadap laporan dan pengaduan masyarakat, Polres Singkawang juga akan menyiapkan semaksimal mungkin. “Kebetulan kita juga meraih WBK, maka personil kita akan ditambah, soal kecepaan layanan sudah kita kalkulasi, misalkan ada gangguang Kamtibmbas di wilayah perkotaan maka dalam kurun waktu 5 menit bisa tertangani mulai perjalanan dari Mapolres maupun ke tempat kejadian,”jelasnya.

Bahkan sesuai dengan program Polda Kalbar Berkibar ini, kata Kapolres, sesuai arahan Kapolda Kalbar maka Polsek akan menjadi basis pelayanan masyarakat untuk Harkamtibmas sebagaimana program Polda Kalbar Berkibar.

Selain program baru ini yang akan diluncurkan tahun 2019 nantinya. Polres Singkawang tetap berkomitmen untuk terus melakukan operasi penindakan peredaran narkoba di Kota Singkawang. Sepanjang tahun 2018, Polres Singkawang terus melakukan penindakan terhadap pelaku pengedar narkoba.

“Untuk narkoba kami berhasil menangkap jumlah barang bukti yang cukup signifikan. Kami juga berhasi menindak seorang Bandar besar yang terpaksa kita lumpuhkan lantaran tersangka melawan petugas,” ujarnya. 

Ia menuturkan hal tersebut menunjukkan bahwa peredaran narkoba di kota singkawang cukup berbahaya. Oleh karena itu langkah-langkah kedepan untuk meningkatkan tensi kegiatan baik berupa penindakan maupun pencegahan. “Kami akan bekerja sebaik mungkin, kami akan bekerja sama erat dengan BNN, TNI dan dengan semua pihak termasuk pemda sendiri sebagai langkah antisipasi jangan sampai narkoba merajarela di singkawang,” ujarnya. 

Soal adanya dugaan peredaran narkoba didalam lapas, Ia mengatakan hal tersebut akan menjadi focus pengawasan. Sebab beberapa waktu lalu terdapat kasus petugas lapas yang ikut terlibat dalam peredaran narkoba di dalam lapas. “Itu juga akan menjadi konsentrasi kita. Kita akan berkoordinasi dengan pihak lapas dan memang selama ini pada kegiatan-kegiatan besar atau kunjungan ke lapas kita selalu dilibatkan,” ujarnya.

Sebagai perbandingan, penanganan soal Narkoba ini tahun 2017 barang bukti yang berhasil dilakukan mengamankan Sabu (166,4422 gram), Esktasi (28 butir), Uang (15.829.000), Tersangka sebanhyak 54 orang (Laki Laki 50 orang, Perempuan 4 orang). Jumlah ini naik signifikan di tahun 2018, dimana Barang Bukti tahun 2018 adalah Sabu (411,0474 gram),  Esktasi (65,85 gram), Uang Rp 10.596.000, tersangka 96 orang (Laki Laki 86 orang, perempuan 10 orang). (har)

Berita Terkait