Penahanan Romy Diperpanjang 40 Hari

Penahanan Romy Diperpanjang 40 Hari

  Sabtu, 4 May 2019 11:25
JALANI PEMERIKSAAN: Ketua Umum PPP (nonaktif) Romahurmuziy usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Jumat (3/5) pasca menjalani rawat inap selama sebulan di RS Polr

Berita Terkait

Ditanya Kasus Korupsi, Malah Bicara soal Pemilu

JAKARTA – KPK kembali memeriksa eks Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romy kemarin (3/5). Anggota (nonaktif) Komisi XI DPR yang menjadi tersangka suap pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) itu sudah kembali ke rumah tahanan (rutan) KPK setelah sebulan dibantarkan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Romy tampak lesu ketika masuk ruang pemeriksaan. Dia tidak banyak komentar ketika ditanya. Begitu pula setelah pemeriksaan pukul 18.40. Dia irit komentar ketika ditanya soal penyakit yang dideritanya. Romy meminta awak media menanyakan urusan medis ke pihak RS Polri. ’’Cukup, ya. Tanya dokter (soal penyakit, Red),’’ katanya.

Kepada awak media, Romy justru menyampaikan hal yang tidak berkaitan dengan perkara. Dia mengucapkan selamat kepada KPU yang telah melaksanakan pemilu. ’’Selamat kepada partai-partai yang menjadi peserta pemilu dan menjalankan dengan baik,’’ ujarnya.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, Romy dipanggil penyidik untuk kepentingan perpanjangan penahanan. Penyidik memperpanjang penahanan Romy untuk 40 hari ke depan, terhitung sejak 5 Mei hingga 13 Juni mendatang. Penahanan Romy diperpanjang lantaran penyidik masih membutuhkan keterangan dia dalam perkara tersebut.

Febri menyebutkan, kesehatan Romy terpantau baik selama di rutan KPK di Gedung Penunjang Kavling 4 (K4). Sejak pulang dari RS Polri pada Kamis malam (2/5), suami Henny Widiyanti itu tidak menyampaikan keluhan. ’’Sudah sarapan dan melakukan kegiatan lain. Obat-obat yang diberikan pihak RS sudah dikonsumsi. Untuk hari ini, sarapannya bubur ayam,’’ terangnya.

Dia mengungkapkan, pembantaran Romy dicabut seiring terus membaiknya kondisi kesehatannya. Pun, dokter RS Polri menyatakan bahwa Romy tidak perlu lagi menjalani rawat inap. ’’Setelah dokter atau pihak RS menyimpulkan tidak perlu rawat inap lagi, pembantaran dicabut,’’ tegas mantan peneliti ICW itu.

Romy kali pertama dibantarkan pada awal April lalu. Menurut dokter RS Polri, anggota DPR dari Fraksi PPP tersebut didiagnosis menderita penyakit di bagian pencernaan. Dokter menyimpulkan perlunya dilakukan rawat inap. Bersamaan dengan itu, KPK melakukan pembantaran tanpa mengurangi masa penahanan Romy.

Sementara itu, soal perkara, KPK berencana memeriksa Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin pada Rabu (8/5). KPK telah mengirimkan surat panggilan untuk Lukman yang dikirim ke kantor Menag di Jakarta Pusat pada 30 April 2019. ’’Ini penjadwalan ulang karena pada panggilan pertama (Menag) tidak datang,’’ ungkap Febri.

KPK berharap Lukman kooperatif dengan memenuhi panggilan penyidik pekan depan. Juga, memberikan keterangan yang benar. ’’Yang pasti, kami berharap yang bersangkutan datang memenuhi panggilan penyidik,’’ katanya.

Sebelumnya, KPK batal memeriksa Lukman pada 24 April lalu. Sebab, saat itu Lukman menghadiri kegiatan pembinaan jamaah haji di Bandung, Jawa Barat. (tyo/c5/oni)
 

Berita Terkait