Pemprov Kalbar Resmikan Portal Satu Data

Pemprov Kalbar Resmikan Portal Satu Data

  Rabu, 6 March 2019 09:08
SATU DATA: Gubernur Kalbar Sutarmidji dalam kegiatan Open Data Day 2019, Senin (4/3). HUMPRO KALBAR FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

Jika Sesuai Aturan, Data Sudah Bukan Rahasia 

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat meresmikan portal satu data yang akan mengintegrasikan seluruh data terkait kondisi di daerah ini. Data-data tersebut mulai bisa diakses melalui portal milik Pemprov Kalbar dan secara bertahap akan terus dilengkapi. 

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

"KALBAR itu harus mewujudkan (satu data). Karena begini, selama perencanaan tidak didukung dengan data akurat maka akibatnya tidak bisa terimplementasi dengan baik," ungkap Gubernur Kalbar Sutarmdiji saat kegiatan Open Data Day 2019, Senin (4/3). 

Setiap program lanjut dia, tidak akan terimplementasi dengan baik jika tidak didukung data yang lengkap. Selain itu program tersebut juga tidak akan bertahan lama karena tidak didukung data yang akurat. 

"Perencanaan yang baik agar bertahan lama, indikasi capaian yang perlu waktu lama harus didukung data yang terintegrasi dan terakselerasi. Tanpa itu tidak akan ada perencanaan yang baik, percaya sama saya," tegasnya. 

Karena itu Pemprov Kalbar mencanangkan portal satu data. Di dalamnya akan didukung data yang terintegrasi dan mudah diakses. "Makanya data apapun sepanjang menurut Undang-undang bukan rahasia dibuka saja. Dengan demikian ada transparansi dalam tata kelola pemerintahan," pungkasnya.

Plt Kadis Kominfo Kalbar Alfian menyatakan pihaknya siap menyukseskan portal satu data milik Pemprov. Hal tersebut menurutnya penting, bukan hanya karena keinginan gubernur, tapi kebutuhan semua pihak.  

"Betapa pentingnya data, baik untuk kepentingan bisnis, pemerintah membuat perencanaan dan mengambil kebijakan. Kami sepakat data penting, dengan data yang akurat segala rencana bisa terlaksana dengan baik," ungkapnya. 

Kondisi saat ini menurutnya banyak data yang ada masih bertebaran atau tidak terintegrasi. Maka dari itu penting agar disatukan dalam satu data. Paling parah lagi menurutnya terkait hal tertentu bahkan tidak memiliki data sama sekali. 

"Itu yang membuat tidak akurat. Dengan kepemimpinan beliau (gubernur) berusaha untuk wujudkan satu data. Data yang terkumpul juga diupayakan data yang akurat. Sehingga dalam melaksanakan tugas dapat berjalan dengan baik, perencanaan pun tepat sasaran," tutupnya.

Kepala Kantor Perwakilan BI Kalbar Prijono menambahkan, data memang sangat penting dalam konteks perencanaan kebijakan. Tanpa data yang baik maka akan sangat sulit menghasilkan kebijakan yang pas.

"Ini saya sangat menyambut sekali karena rasanya kita (Kalbar) termasuk lengkap, punya potrtal satu data," katanya.

Hanya saja yang menjadi catatan disebutkannya, data yang ada harus benar-benar memenuhi unsur lima kriteria. Pertama komprehensif, yakni data harus lengkap. Kedua dapat dipercaya (reliable), ketiga akurat, keempat tepat waktu dan kelima mudah diakses. 

"Data yang tepat waktu tapi diaksesnya susah ya sama saja, tidak bisa dipakai juga. Lebih penting lagi menurut saya penjelasan data itu harus ada. Kami menyebutnya sebagai metadata, metadata itu penting," ucapnya. 

Lalu yang terakhir bagaimana pemeliharaan data-data tersebut, agar bisa selalu memenuhi kelima unsur tadi. "Tidak hanya saat peluncuran di awal saja. Contoh begitu sudah berjalannya waktu data itu tidak ter-update. Ini harus jadi perhatian," pesannya.(*)

Berita Terkait