Pemkot Pontianak Bantu PHL, Guru Ngaji, Fardu Kifayah, dan Petugas Posyandu

Pemkot Pontianak Bantu PHL, Guru Ngaji, Fardu Kifayah, dan Petugas Posyandu

  Selasa, 28 May 2019 09:35
BANTU: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan bantuan tali asih lebaran di Pontianak. HUMAS PEMKOT PONTIANAK

Berita Terkait

Ringankan Kebutuhan Hari Raya

Seribuan petugas dari tenaga harian lepas, petugas pembersih sampah, guru ngaji, fardu kifayah dan kader posyandu diberi tali asih bantuan buat hari raya lebaran dari Pemerintah Kota Pontianak. Suka cita tampak dari penerima usai bantuan tahunan itu diberikan

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

WAJAH gembira tampak dari seribuan masyarakat yang merupakan Petugas dari Harian Lepas pembersih sampah, guru ngaji, fardu kifayah dan kader Posyandu. Hari itu mereka menerima bantuan lebaran berupa uang tunai dan paketan lebaran oleh Pemerintah Kota Pontianak. Dari empat petugas tersebut besaran bantuan yang diterima berbeda-beda.

Penyerahan bantuan tersebut diberikan langsung oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono di dua tempat berbeda. Untuk PHL, pemberian bantuan uang dan paketan lebaran diberikan di halaman kantor Wali Kota Pontianak. Sedangkan bantuan bagi guru ngaji, fardu kifayah dan petugas posyandu dilangsungkan di Aula Sultan Syarif Abdurahman.

"Bantuan paketan lebaran dan uang tunai sangat membantu saya. Uang ini akan saya belikan beras. Sisanya untuk membayarkan zakat fitrah," kata salah satu petugas PHL, nenek Armi yang sudah bertugas selama puluhan tahun menjadi petugas pembersih sampah.

Dikatakan dia, tahun ini besaran bantuan paketan lebaran khususnya dalam bentuk uang mengalami kenaikan. Kalau tahun lalu seingat dia besarannya Rp350 ribu. Di tahun ini besarannya naik menjadi Rp400 ribu. Sisanya paketan minyak goreng, tepung dan lainnya dianggap dia cukup buat keperluan hari-hari.

Bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Pontianak sangat berarti baginya. Utamanya buat kebutuhan sehari-hari. Untuk kue lebaran, nenek yang membawa cucunya saat mengambil paketan lebaran itu tak ada membuat. "Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja sudah cukup, tapi jika ada lebih rezeki saya akan buat kue lebaran," katanya.

Hal senada dikatakan PHL Petugas kebersihan lainnya Edi Sungkowo. "Bantuan paketan lebaran dengan uang tunai sangat membantu kami. Pastinya uang dan paket sembako ini dapat digunakan buat nambah-nambah kebutuhan hari raya," katanya.

Diakui dia, tugas PHL selama puasa lebih ekstra dikarenakan jumlah volume sampah meningkat. Seperti di tempat ia bertugas di Jalan Nusa Indah, selain membersihkan sampah rumah tangga, peningkatan sampah bekas plastik pakaian juga ikut meningkat bahkan hampir dua kali lipat. Meski demikian dia bersama petugas kebersihan lainnya tetap semangat bekerja agar Kota Pontianak tetap bersih.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menuturkan ada dua penyerahan bantuan diberikan hari ini (kemarin). Pertama paketan lebaran pada PHL kebersihan dan ke dua penyerahan bantuan diberikan pada guru ngaji, fardu kifayah dan petugas Puskesmas. 

Untuk penerima paketan lebaran PHL tahun ini ada sekitar 674 orang. Bantuannya berupa uang tunai Rp 400 ribu dan beberapa bahan pokok seperti minyak goreng, tepung dan susu. Semua yang diberikan ini kata Edi berasal dari bantuan para donatur perusahaan di Kota Pontianak. "Bisa dikatakan ini sebagai bentuk apresiasiasi perusahaan pada petugas kebersihan," katanya.

Bantuan ke dua lanjut Edi diberikan pada 250 guru ngaji tradisional, 250 tenaga fardu kifayah dan 350 tenaga Posyandu. Dengan besarannya Rp1,8 juta buat guru ngaji dan fardu kifayah dan Rp3 juta buat petugas Posyandu.

Diberikannya bantuan ini guna memotivasi para guru ngaji, fardu kifayah dan petugas Posyandu yang bertugas di lapangan untuk membentuk masyarakat menjadi lebih cerdas dan pintar.

Jika dilihat lebih dalam, peran mereka begitu penting. Seperti petugas fardu kifayah menurutnya harus ada regenerasi. Oleh karenanya ke depan pemberdayaan fardu kifayah akan dilakukan dengan membuat program fardu kifayah yang akan dimulai dari tiap masjid. "Sama dengan petugas Posyandu. Keberadaan mereka penting utamanya dalam memberi pelayanan mulai dari anak balita sampai lansia," ungkapnya.(*)

Berita Terkait