Pemkot dan Pertamina Sidak LPG di Rumah Makan

Pemkot dan Pertamina Sidak LPG di Rumah Makan

  Sabtu, 18 May 2019 11:36
SIDAK: Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Pontianak dan Pertamina Kalbar saat menyidak rumah makan, kemarin.ISTIMEWA

Berita Terkait

PONTIANAK - Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Pontianak bersama PT Pertamina (Persero) Kalimantan Barat, melakukan sidak terhadap sejumlah rumah makan yang masih menggunakan LPG subsidi. "Ini terkait tentang penggunaan LPG tiga kilogram agar mereka mengganti kepada LPG nonsubsidi, seperti Bright Gas 5,5 kilogram dan 12 kilogram atau lainnya," kata Kepala Diskumdag Kota Pontianak, Haryadi S Triwibowo, kemarin.

Dia menjelaskan, setelah melakukan sosialisasi di dua rumah makan tadi, kedua pemilik rumah makan tersebut bersedia mengganti atau beralih menggunakan LPG nonsubsidi, yakni Bright Gas 5,5 kilogram. "Yang paling penting dalam hal ini, dari sosialisasi tersebut kedua pemilik rumah makan mau mendukung program pemerintah, yakni bagi yang sudah mampu agar beralih ke LPG nonsubsidi, karena mereka tidak termasuk usaha mikro lagi," ujarnya.

Pihaknya berharap, langkah baik atau beralihnya kedua pemilik rumah makan kepada LPG nonsubsidi tersebut menjadi contoh kepada pemilik rumah makan, restoran dan lainnya untuk juga menggunakan LPG nonsubsidi tersebut. "Menurut pengakuan pemilik Rumah Makan Minang tadi, enam tabung LPG subsidi itu digunakan untuk memanaskan masakan mereka, dan mereka juga menggunakan LPG nonsubsidi," kata Haryadi.

Haryadi menambahkan, LPG tiga kilogram atau subsidi hanya khusus untuk usaha mikro dan rumah tangga tidak mampu, sehingga diluar itu tidak berhak menggunakannya. "Kami imbau pangkalan LPG agar selektif dalam menjualnya sehingga LPG tiga kilogram memang digunakan oleh yang berhak saja atau tetap sasaran," katanya.

Sementara itu, Sales Axecutive LPG Pertamina Pontianak, Yodha Galih mengatakan, pihaknya hari ini melakukan penyuluhan pada pemilik rumah makan.  Dari dua yang dilakukan sidak, kedua pemilik rumah makan itu mau beralih kepada LPG nonsubsidi, dari sebelumnya masih menggunakan LPG tiga kilogram. 

"Hari ini kami tawarkan dua tabung tiga kilogram ke satu tabung Bright Gas 5,5 kilogram ditambah dengan isinya secara gratis. Di bulan Ramadhan ini kami melakukan pembinaan juga memberikan potongan harga kepada mereka," katanya.

Dalam kesempatan itu, Yodha menambahkan, setelah sosialisasi tersebut kalau ternyata kembali lagi menggunakan LPG subsidi, maka pihaknya menyerahkan kepada Diskumdag Kota Pontianak dalam melakukan langkah selanjutnya. Yodha mengimbau kepada para pemilik agar secara sukarela untuk berpindah menggunakan LPG nonsubsidi. "Karena LPG subsidi peruntukannya untuk masyarakat yang tidak mampu, sementara mereka (Horeka) tidak berhak menggunakannya," pungkas dia. (ars)

Berita Terkait