Peminat Hunian Mewah Masih Tinggi

Peminat Hunian Mewah Masih Tinggi

  Kamis, 9 Agustus 2018 11:08
HUNIAN: Ronny wijaya, Managing Director Green Sythesis pengembang dari Jakarta saat meninjau pembangunan kawasan perumahan mewah di Jalan Gusti Hamzah, Pontianak itu, kemarin. ARISTONO/PONTIANAK POST

PONTIANAK – Penjualan perumahan mewah di Kota Pontianak masih menjanjikan. Pengembang nasional Synthesis Development misalnyamenyebut, perumahan mewah Green Synthesis yang dikembangkan di Jalan Gusti Hamzah telah mendapat banyak pemesan. 

“Sektor properti, terutama perumahan komersial saya kira masih cukup tinggi peminatnya. Walaupun ekonomi global sedang tidak baik,” ujar Ronny wijaya, Managing Director Green Sythesis, kemarin (8/8).

Kendati demikian, dia tidak menampik perumahan mewah di Jakarta mulai mengalami kelesuan. Hal tersebut lantaran harga jual tanah yang kian tak terjangkau. Tak heran banyak pengembang dari ibukta mulai menyasar pembangunan perumahan di daerah, termasuk Kalimantan Barat. Hanya saja, kata dia, konsumen juga selektif dalam memilih perumahan komersial.

“Tentu perumahan komersial harus punya letak yang strategis. Misalnya di tengah kota dan mudah mengakses berbagai fasilitas publik. Selain itu faktor kenyamanan dan kelengkapan di dalam kawasan hunia juga menjadi penting. Misalnya ada club house, kolam renang dan fasilitas kemanan serta kebersihan yang kami tawarkan,” ucapnya.

Di Green Synthesis misalnya, pihaknya tengah membangun 60 rumah mewah untuk tahap awal. Namun sebanyak 70 persen sudah terpesan. “Orang Pontianak ini punya daya beli yang bagus. Hampir semua pemesan adalah dari sini,” imbuhnya. Padahal pihaknya baru akan membangun rumah pertama mulai 1 September ini. Sedangkan serah terima rumah kepada pembeli akan dilangsungkan Desember tahun mendatang.

Pihaknya juga kian optimis, lantaran Bank Indonesia sudah mengeluarkan pelonggoran Loan to Value (LTV) untuk kredit perumahan rakyat. Berbagai perbankan juga sudah menyatakan komitmennya untuk menggairahkan sektor properti. Pihaknya, kata dia, kemarin juga sudah bekerjasama dengan PT Bank Central Asia Tbk dalam program penyediaan fasilitas KPR.

Kerjasama Bank BCA ini merupakan program penyediaan fasilitas kredit ini ditujukan untuk salah satu proyek property karya synthesis Development yaitu Green Synthesis Pontianak yang berlokasi di Jl Gusti Hamzah Kota Pontianak, yang mana kerjsama ini dibangun sebagi upaya memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen Green Synthesis.

“Sejak Bank Indonesia (BI) menyatakan relaksasi Loan To Value (LTV) diman sektor property saat ini semakin menggeliat, tentu dengan hal tersebut berdampak positif bagi pertumbuhan utamanya disektor property,” ujar Hartoto, Kepala Cabang BCA Pontianak.

Untuk itu, Hartoyo mengatakan, dengan dilakukan kerjasama tersebut, tentu sebagai salah satu upaya, utamnya mendukung Pemerintah dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, salah satunya dalam menjaga stabilitas ekonomi. “Ini yang menjadi tujuan kita, mendukung Pemerintah dalam rangka mendorong dengan tetap menjaga stabilitas secara makro, dan saya meyakini sektor property dan perekonomian akan lebih baik kedepannya,” sebutnya

Dilakukan penandatangan kerjasama ini, sebut Ronny, dapat memperluas basis kerjasama dengan pihak perbankan, kemudian mempermudah dari sisi pelananan pembiayaan pembelian hunian di Green synthesis Pontianak. “Kita juga berharap dapat memberikan pilihan yang beragam untuk para pembeli property dalam KPR yang tersedia bagi para calon konsumen,” pungkasnya. (ars)