Pemda Selalu Hadir di Masyarakat

Pemda Selalu Hadir di Masyarakat

  Sabtu, 26 March 2016 10:14
BANJIR: Pemukiman penduduk di sepanjang sungai Kapuas masih terendam banjir. MUSTA’AN/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Musibah banjir tahunan yang melanda bumi uncak kapuas mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Berbagai langkah telah dibahas ditingkat kabupaten, terutama terkait teknis pemberian bantuan kepada korban banjir. Hanya saja,  mekansime penyaluran bantuan dana tanggap darurat disalurkan apabila status daerah sudah ditetapkan menjadi siaga darurat bencana.

“Masalah korban banjir sudah dibahas bersama dengan instansi terkait, karena pengeluaran dana darurat harus sesuai aturan,” tutur Kepala Bagian (Kabag) Pengendalian Pembangunan (P2) Setda Kabupaten Kapuas Hulu Alfiansyah SE, M.Si kemarin. Dana darurat bisa dipakai atau tidak, apabila sudah ada penetapan status siaga darurat dari pihak BPBD (badan penanggulangan bencana daerah).

Menurut Alfian, jika dalam kondisi genting dan sumber dana lainnya sudah tidak ada, maka untuk membantu masyarakat, Pemda punya kebijakan dalam memberikan dana tersebut. "Sepanjang itu dibutuhkan, tetap kita salurkan, kalau dana lain tidak ada. Kan kasian masyarakat harus menunggu lama bantuan, jika prosedur pemberian bantuan yang ditempuh perlu waktu yang lama," terangnya.

Dijelaskan dia, penggunaan dana tanggap darurat bisa disalurkan untuk musibah seperti bencana angin puting beliung. Seperti yang dialami dua desa di kecamatan Mentebah, disana ada 44 buah rumah yang mendapatkan bantuan dari dana tanggap darurat yang diserahkan Bupati Kapuas Hulu A.M Nasir. "Dana yang kita berikan sifatnya stimulan, tidak sepenuhnya sesuai keperluan,” paparnya.

Seperti bantuan yang diberikan pada masyarakat yang terkena bencana angin puting beliung, pemda hanya memberi dana untuk membeli seng atau bahan bangunan. “Pemda tidak merehab bangunan hingga selesai," katanya. Demikian juga bantuan tanggap darurat untuk longsor seperti di Kecamatan Jongkong dan Mentebah.Pemda menyalurkan bantuan sesuai kemampuan keuangan daerah saat ini.

Selebihnya masyarakat secara swadaya melakukan pekerjaan di daerah masing-masing. Tujuannya untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam gotong royong, selain itu pekerjaan bisa sesuai dengan yang diinginkan oleh masyarakat setempat.

“Penyaluran dana tanggap darurat sangat ketat. Karenanya memiliki tim untuk memastikan dana itu disalurkan tepat sasaran atau tidak,” ungkap dia.

Dijelaskan Alfian, data dari instansi teknis yang mendata ke lapangan tetap diverifikasi lagi, misal sebuah rumah yang terdampak bencana mengalami kerusakan tiga atap. Maka, sebanyak itu yang berikan, tidak boleh lebih. “Kalau pantas dan tidak tetap kita hitung kembali," tegas Alfiansyah. Bantuan yang disalurkan oleh pemda pada korban bencana berupa uang tunai secara langsung.(aan)

Berita Terkait