Pembayaran Penghasilan Guru Ditunda

Pembayaran Penghasilan Guru Ditunda

  Jumat, 9 September 2016 09:30
DRAF APBD-P: Bupati Kapuas Hulu A.M Nasir menyerahkan draf perubahan RAPBD kepada pimpinan DPRD Kapuas Hulu, usai paripurna dewan kemarin.

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Saat menyampaikan rancangan perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RP-APBD) Kapuas Hulu tahun 2016 ke DPRD, Bupati Kapuas Hulu A.M Nasir, Rabu (7/9) mengatakan, penyusunan RP-APBD tahun ini dilakukan dalam kondisi keuangan negara yang tidak stabil. Anggaran pusat dan daerah sama-sama mengalami dafisit, itu dikarenakan target penerimaan negara meleset.

 
Lebih lanjut Nasir menjelaskan, target pendapatan negara tidak tercapainya disebabkan beberapa faktor. Hal yang sama juga terjadi pada pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, juga alami penurunan target pendapatan. Akibat tak tercapainya target pendapatan yang berasal dari pajak daerah, pusat dan provinsi, berupa dana bagi hasil sumber daya alam dan bagi hasil pajak yang dipungut selama ini.

“Anggaran pusat dan daerah sama-sama defisit,” terang Nasir dalam rapat paripurna dewan pada acara pengantar nota keuangan RP-APBD Kapuas Hulu tahun 2016 di Gedung DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, kemarin.

Disisi belanja pemerintah daerah harus mengeluarkan anggaran cukup besar, seperti membayar THR atau istilah lain, pembayaran gaji 14, sesuai kebijakan dari pemerintah pusat. Sementara, target pendapatan negara tidak tercapai, sehingga berdampak kepada penundaan dan pemberhentian penyaluran DAU, tunjangan profesi guru dan tambahan penghasilan guru PNSD tahun anggaran 2016. Baik provinsi maupun kabupaten/kota. “Kapuas Hulu ini hanya mengalami pemberhentian penyaluran dana tunjangan profesi guru dan tambahan penghasilan guru,” jelasnya.

Terutama PNSD tahun 2016 untuk triwulan ke 3 dan 4, karena dianggap dana yang ada mencukupi untuk pembayaran tunjangan profesi guru dan penghasilan guru PNSD hingga akhir tahun anggaran 2016. Memperhatikan kondisi keuangan sekarang, maka dalam penyusunan perubahan APBD tahun 2016 dilakukan penyesuaian rencana pendapatan, baik berasal dari PAD maupun dana perimbangan.

Terutama dana perimbangan dari pusat dan provinsi, serta pembiayaan yang dianggarkan di dalam APBD murni tahun ini. Tujuannya agar target pendapatan daerah yang digunakan untuk membiayai program dan kegiatan pada perubahan APBD dapat terealisasi sesuai kondisi.Disisi anggaran, belanja dilakukan evaluasi, terhadap penganggaran dan realisasi, yang telah dicapai pada semester pertama.

“Saya akan melakukan evaluasi, baik untuk belanja tidak langsung maupun belanja langsung,” terang Nasir. RP-APBD ini merupakan penyempurnaan dan perbaikan atas APBD murni tahun 2016, dengan mempertimbangkan pencapaian target pendapatan dan realisasi belanja yang telah dilaksanakan, serta menampung berbagai perubahan,baik disisi pendapatan,belanja dan pembiayaan daerah. (aan)

 

Berita Terkait