Pembangunan Pelabuhan Kijing Dihentikan

Pembangunan Pelabuhan Kijing Dihentikan

  Rabu, 24 April 2019 11:18
DEMO: Puluhan warga turun ke lokasi untuk menghentikan pekerjaan pelabuhan Kijing.

Berita Terkait

Tuntut Pembayaran Ganti Rugi Tahap II

MEMPAWAH- Puluhan warga Desa Sungai Bundung Laut (SBL), Kecamatan Sungai Kunyit yang terdampak pembangunan pelabuhan Kijing mulai habis kesabarannya. Selasa (23/4) siang, warga mendatangi sejumlah pihak untuk menuntut kepastian pembayaran ganti rugi lahan tahap II yang sampai saat ini tak kunjung terealisasi.

Kapolres Mempawah, AKBP Didik Dwi Santoso, S.Ik melalui Kapolsek Sungai Kunyit, Ipda Dewa Made Surita, SH membenarkan aksi warga tersebut. 

Menurut Kapolsek, sekitar pukul 09.00 WIB, kurang lebih 50 warga Desa SBL menyambangi kantor desa setempat. Rencananya, masyarakat akan menggelar pertemuan dengan perwakilan PT Pelindo II untuk membicarakan kepastian waktu pembayaran ganti rugi tahap II.

 “Agenda utama pertemuan itu untuk membicarakan jadwal proses pembayaran atau pencairan ganti rugi lahan tahap II gelombang II oleh PT Pelindo di lingkungan masyarakat Desa Sungai Bundung Laut,” tutur Kapolsek.

Namun, lanjut Kapolsek pertemuan dengan perwakilan PT Pelindo itu tak terwujud. Sebab, pihak perwakilan PT Pelindo tak menampakan batang hidungnya di Kantor Desa Sungai Bundung Laut untuk menemui warga. Setelah menunggu lebih 30 menit, warga pun mulai meninggalkan kantor desa.

 “Karena pertemuan di kantor desa batal, maka masyarakat ini berinisiatif mendatangi Kantor BPN di Mempawah. Dengan menggunakan sejumlah mobil, warga datang ke Kantor BPN Mempawah,” paparnya.

Sesampainya di Kantor BPN Mempawah, imbuh Kapolsek, puluhan masyarakat pemilik lahan tersebut diterima oleh Kepala BPN Mempawah, Abdul Wajah Ganjar beserta jajarannya. Dalam pertemuan itu, warga menanyakan kepastikan jadwal pencairan dan pembayaran ganti rugi lahan yang dilakukan oleh PT.Pelindo II.

 “Kepala BPN Mempawah memperkirakan proses pencairan akan dilakukan dalam waktu sepekan terhitung sejak pertemuan tersebut (kemarin). Masyarakat cukup puas mendapatkan kepastian ini,” ujarnya.

Setelah mendapatkan informasi itu, masih menurut Kapolsek, puluhan warga pun kembali menuju ke Kantor Humas PT Wijaya Karya (Wika) yang beralamat di jalan Raya Sungai Kunyit, Rt.010/005, Dusun Mufakat, Desa Sunagi Kunyit Laut. Disana, warga ditemui oleh perwakilan PT.Pelindo II, Krisna dan sejumlah rekannya.

 “Pada pertemuan di Kantor Humas PT Wika itu, saya dan jajaran Muspika turut hadir. Termasuk Humas PT.Wijaya Karya, Supriyadi, Kades Sungai Bundung Laut, Mulyadi dan lainnya,” paparnya.

Dalam forum tersebut, Kapolsek mengungkapkan, perwakilan PT Pelindo II, Eko menyampaikan hasil koordinasi dengan Pimpinan Direksi PT Pelindo II terkait tuntutan masyarakat yang menghendaki kepastikan pembayaran ganti rugi lahan tersebut. Menurut Eko, pembayaran baru akan dilakukan pada tanggal 8 Mei nanti.

“Mendengar penyampaian dari perwakilan PT.Pelindo II tersebut, masyarakat sepakat untuk menolak dan meninggalkan kantor humas PT.Wika. Mereka lantas menuju lokasi pembangunan dan menyetop kegiatan proyek PT.Wijaya Karya yang sedang berjalan. Setelah itu, warga pun meninggalkan lokasi proyek dengan tertib dan kondisi tetap kondusif,” tukasnya.(wah)

Berita Terkait