Pembangunan Pasar Dogom Dihentikan

Pembangunan Pasar Dogom Dihentikan

  Selasa, 5 February 2019 09:55
DIHENTIKAN: Pengerjaan Pasar Dogom Permai di komplek Pasar Pagi Putussibau yang telah dihentikan. Penghentian tersebut lantaran ketidaktersediaan anggaran di Kementerian Perdagangan RI. DOKUMEN

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Proyek pembangunan Pasar Rakyat Dogom Permai di Putussibau Utara, tepatnya di komplek Pasar Pagi Putussibau dihentikan sementara. Pembangunan pasar yang menghabiskan dana TP Kemendagri sebesar Rp5,8 miliar tersebut rencananya akan dilanjutkan pada 2019 ini. 

"Iya, kita sudah putus kontrak dengan perusahaan tersebut, karena tidak mampu menyelesaikan proyek pembangunannya tepat waktu," kata Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan (DKUP) Kapuas Hulu Abang Chaerul Saleh, kemarin di Putussibau.

Chaerul menjelaskan, pembangunan Pasar Rakyat Dogom Permai akan dilanjutkan pada tahun ini. Namun, dia menambahkan, pengerjaannya sudah melalui proses pemeriksaan dan sudah diserahterimakan ke Pemda Kapuas Hulu. “Setelah diaudit dari Kemendag RI, APIP, dan lainnya, baru dari Kemendag RI menghibahkan bangunan pasar tersebut ke Pemda Kapuas Hulu, sehingga baru bisa dilakukan pembangunan lanjutan,” ujarnya. 

Chaerul mengungkapkan, untuk pembangunan lanjutan, Pemda sudah menyiapkan dana APBD 2019 sebesar Rp500 juta. Selain itu, dia mengungkapkan bahwa rencananya Pemerintah Daerah sudah menyiapkan dana Rp1 miliar di anggaran perubahan untuk penyelesaian bangunan tersebut. “Dengan dana Rp500 juta tersebut, ada beberapa item yang perlu dibangun,” ucapnya. 

Lanjut Chaerul, bangunan Pasar Dogom Permai tersebut dipastikan selesai tahun ini. Hanya saja untuk difungsikan pasar tersebut, dipastikan dia pada tahun depan, 2020. 

Sementara itu, Sutrisna, pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada proyek Pembangunan Pasar Rakyat Dogom Permai mengatakan, pembangunan pasar tersebut sudah dihentikan sejak 31 Desember 2018 lalu. Alasan penghentian tersebut, menurut dia dikarenakan dana yang digunakan dari Pemerintah Pusat melalui Kemendag RI, di mana anggaran itu untuk tahun 2018. Maka untuk itu pembangunan pasar, menurut dia, baru bisa dilanjutkan jika tahun ini anggarannya masih disediakan. 

“Ternyata ketika dicek di Kementrian Perdagangan, dana untuk lanjutan pembangunan tidak ada, sehingga berdasarkan PMK Nomor 24 Tahun 2014, pekerjaan tersebut dihentikan," ujarnya. 

Lanjut Sutrisna, meskipun di tahun 2019 tidak ada anggaran lanjutan pembangunan pasar tersebut di Kementrian Perdagangan (Kemendag), bukan berarti pembangunan pasar tersebut mandek. Pihaknya sudah melakukan proses untuk mengajukan pemeriksaan dari Kemendag RI untuk diaudit terlebih dahulu pembangunan pasar yang sudah dilakukan. 

“Setelah diperiksa nanti oleh Kemendag RI, mereka akan serah terimakan pasar tersebut ke Pemda Kapuas Hulu. Setelah itu barulah Pemda melanjutkan pembangunan itu melalui dana APBD,” jelasnya. 

Lanjut Sutrisna, melihat pembangunan pasar yang ada, progress pembangunan sudah mencapai 81 persen. Untuk sisa pembangunan yang belum selesai tidak banyak lagi seperti penyelesaian dinding, pintu kios, meja lapak dan lainnya. 

“Sebenarnya kita mengharapkan ada dana lanjutan untuk penyelesaian bangunan pasar tersebut,” pungkasnya. (arf)

Berita Terkait